Kanada Resmi Longgarkan Visa untuk Turis Indonesia, Ini Syaratnya
Jakarta — Pemerintah Kanada resmi mempermudah proses keimigrasian bagi warga Indonesia dan Malaysia. Mulai pekan ini, kedua negara ASEAN tersebut bisa mengajukan Otorisasi Perjalanan Elektronik atau Electronic Travel Authorization (eTA) sebagai pengganti visa kunjungan konvensional.
Kebijakan baru ini efektif berlaku sejak Selasa, 26 Mei 2026, sebagaimana tercantum dalam situs resmi Pemerintah Kanada, canada.ca. Langkah ini menandai penyederhanaan besar-besaran terhadap birokrasi keimigrasian Kanada untuk pelancong dari Asia Tenggara.
Syarat yang Harus Dipenuhi
Namun, kemudahan ini tidak berlaku universal. Kanada hanya memberikan akses eTA kepada pelancong dengan rekam jejak perjalanan yang tercatat baik. Ada dua kriteria utama yang harus dipenuhi salah satunya:
Pertama, pernah memegang Visa Residen Sementara (Temporary Resident Visa/TRV) Kanada dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Kedua, saat ini memiliki Visa Non-Imigran Amerika Serikat yang masih berlaku.
Penting untuk dicatat, fasilitas eTA hanya berlaku bagi wisatawan yang masuk atau transit di Kanada melalui jalur udara. Bagi pelancong yang melalui jalur darat atau laut, aturan visa reguler tetap berlaku.
Bagi WNI yang sudah memiliki Visa TRV Kanada tradisional yang masih aktif, visa tersebut tetap bisa digunakan hingga masa berlakunya habis.
Strategi Kanada di Kawasan Indo-Pasifik
Kementerian Luar Negeri dan Imigrasi Kanada menegaskan bahwa perombakan kebijakan visa ini merupakan bagian dari strategi makro yang lebih luas. Tujuannya adalah memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi dengan kawasan Indo-Pasifik.
Dengan mempermudah mobilitas masyarakat, Kanada membidik pertumbuhan yang lebih erat di sektor perdagangan bilateral, arus investasi langsung, serta kerja sama ekonomi strategis dengan Indonesia dan Malaysia selaku dua kekuatan ekonomi di Asia Tenggara.
Melalui sistem eTA yang baru, otoritas keamanan Kanada tetap dapat melakukan penyaringan keamanan pra-perjalanan secara digital kepada setiap penumpang udara sebelum mereka lepas landas menuju Kanada. Dengan demikian, aspek keamanan nasional kedua belah negara tetap terjaga.
Baca juga: Dunia Darurat Ebola: Kanada hingga AS Ketatkan Aturan Perjalanan dari Afrika