Drone Rusia Hantam Gedung Apartemen di Rumania, Dua Jet F-16 Dikerahkan
Jakarta — Sebuah drone Rusia menghantam gedung apartemen di Rumania, negara anggota NATO, Jumat (29/5/2026). Insiden bersejarah ini menandai pertama kalinya pesawat tak berawak dari Moskow mengenai bangunan tempat tinggal di wilayah aliansi militer barat tersebut.
Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan bahwa serangan terjadi pada malam tanggal 28-29 Mei, ketika Federasi Rusia melancarkan gelombang serangan drone terhadap target sipil dan infrastruktur di Ukraina dekat perbatasan sungai dengan Rumania.
“Pada malam tanggal 28-29 Mei, Federasi Rusia melanjutkan serangan drone terhadap target sipil dan infrastruktur di Ukraina, dekat perbatasan sungai dengan Rumania,” kata kementerian pertahanan Rumania, dimuat AFP.
Drone yang melenceng itu dilacak oleh radar hingga bagian selatan kota Galati, sebelum jatuh di atap sebuah gedung apartemen 10 lantai dan memicu kebakaran. Dua jet tempur F-16 dikerahkan segera setelah intrusi terdeteksi di wilayah udara Rumania.
“Salah satu drone ini memasuki wilayah udara Rumania, dilacak oleh radar hingga bagian selatan kota Galati, dan jatuh di atap sebuah gedung apartemen, yang menyebabkan kebakaran,” demikian pernyataan resmi kementerian.
Sekitar 70 warga dievakuasi dari gedung yang terdampak. Dua orang dirawat di rumah sakit dengan luka lecet, sementara dua lainnya mendapat perawatan akibat serangan panik. Petugas pemadam kebakaran, polisi, dan tim penjinak bom langsung bergerak ke lokasi kejadian.
Insiden ini memperpanjang daftar intrusi drone Rusia di Rumania yang sudah terdeteksi puluhan kali sejak Moskow memulai invasi terhadap Ukraina pada 2022. Namun baru kali ini drone mengenai langsung bangunan hunian warga sipil.
Ketegangan di kawasan semakin memanas setelah Moskow mengumumkan kampanye serangan “sistematis” terhadap Kyiv pekan ini. Rusia membombardir Ukraina dengan ratusan drone dan rudal hipersonik selama akhir pekan, sebagai balasan atas serangan Kyiv yang, menurut Moskow, menewaskan 21 orang di sebuah sekolah di wilayah yang diduduki.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Amerika Serikat untuk menyediakan lebih banyak amunisi bagi sistem pertahanan udara Patriot guna melawan rudal balistik Rusia. Negara-negara NATO yang berbatasan langsung dengan Ukraina atau Rusia — termasuk Rumania, Latvia, Estonia, dan Polandia — kini berada dalam posisi semakin rentan terhadap infiltrasi drone dari kedua pihak yang bertikau.
Sementara itu, perkembangan terbaru di Timur Tengah menunjukkan dinamika berbeda. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata 60 hari, meski Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan final. Situasi ini kontras dengan eskalasi di Eropa Timur, di mana konflik Rusia-Ukraina justru memasuki babak baru yang lebih agresif.
Rumania, sebagai negara perbatasan NATO, kini menghadapi dilema keamanan yang kompleks. Jet tempur F-16 yang dikerahkan untuk mengusir drone Rusia menunjukkan bahwa aliansi militer terbesar di dunia itu siap merespons setiap ancaman langsung terhadap kedaulatan anggotanya.