Pengalaman Piala Dunia U-17 Jadi Bekal Utama Timnas U-19 Hadapi Piala AFF 2026
Jakarta — Timnas Indonesia U-19 bersiap menghadapi Piala AFF U-19 2026 yang akan digelar di Sumatera Utara pada 1-13 Juni mendatang. Turnamen kelompok umur paling bergengsi di Asia Tenggara itu menjadi ajang pembuktian bagi skuad Garuda Muda yang kini diperkuat pengalaman berharga dari Piala Dunia U-17 2025.
Kapten tim, I Putu Panji Apriawan, mengungkapkan dampak signifikan yang dirasakan para pemain setelah mentas di ajang mundial junior. Putu Panji yang menjadi tulang punggung Timnas U-17 di Grup H menghadapi Zambia, Brasil, dan Honduras itu menyebut rekan-rekannya kini bermain jauh lebih matang.
“Tentunya sangat berbeda apalagi kami semakin umur semakin naik, ya pastinya kami mulai mengerti bagaimana cara mengatur tempo dalam bermain bola begitu. Kami belajar bermain lebih tenang, lebih sabar,” kata Panji kepada Bola.com.
Di Piala Dunia U-17, Indonesia memang gagal melaju dari fase grup. Namun kemenangan 2-1 atas Honduras menjadi momen bersejarah sebagai kemenangan pertama Garuda Muda di kancah global. Pengalaman itulah yang kini menjadi bekal utama menjelang Piala AFF U-19, sekaligus memperkuat fondasi program pembinaan yang tengah digencarkan PSSI.
Selain pengalaman internasional, kehadiran enam pemain diaspora turut menambah kekuatan skuad asuhan Nova Arianto. Enam nama yang bertahan dalam seleksi adalah Mathew Baker, Timothy Baker, Welber Jardim, Amar Brkic, Zinadein Ardiansyah, dan Eizar Tanjung. Putu Panji menilai kualitas pemain lokal dan diaspora kini sudah setara.
“Ya, sejauh ini sih cukup setara ya kualitas kami dengan para pemain diaspora di Timnas Indonesia U-19. Enggak beda jauh sih ya,” ujar bek tengah kelahiran Tabanan, 2 April 2008 tersebut.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor-Leste, dan Myanmar. Laga perdana akan menghadapi Myanmar pada 1 Juni 2026 pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Sumatera Utara. Tiga venue yang digunakan adalah Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, dan Stadion Madya. Persiapan infrastruktur venue ini menjadi perhatian serius panitia penyelenggara mengingat PSSI juga sedang menyiapkan Stadion Pakansari sebagai kandang timnas senior di Piala AFF 2026.
Skuad Garuda Muda datang dengan status juara bertahan setelah menjuarai edisi 2024 usai mengalahkan Thailand 1-0 di partai final. Sebelas negara ambil bagian di turnamen kali ini setelah Laos memastikan mundur dari kompetisi. Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brunei, sementara Grup C berisi Australia, Kamboja, dan Filipina.
Semifinal dijadwalkan pada 11 Juni dan partai puncak 13 Juni 2026, semuanya di Stadion Utama Sumatera Utara. Putu Panji dan kawan-kawan berharap pengalaman di level dunia bisa menjadi pembeda dalam merebut gelar kedua beruntun di turnamen antarklub ASEAN ini, sekaligus membuktikan kesiapan Indonesia di kancah sepak bola regional menjelang momen-momen besar di Piala Dunia 2026.