Friday, May 29, 2026
Internasional

“Demam Emas” Bikin Chaos Negara, Ancam Krisis Baru

Jakarta — Harga emas yang melonjak ke rekor tertinggi global memicu gelombang pertambangan liar di hutan hujan Amazon, Brasil. Kepala suku adat di wilayah Bau, negara bagian Para, memimpin operasi pengusiran terhadap hampir 200 penambang ilegal selama empat tahun terakhir.

Kepala suku Bepdjo Mekragnotire mengenakan hiasan kepala bulu merah saat memimpin sekelompok prajurit Kayapo bertemu para penambang di sebuah kano pada Februari lalu. Dalam insiden tersebut, senjata sempat diacungkan di kedua sisi.

“Para penambang itu keras kepala. Mereka masuk dengan cara apa pun. Karena saat ini harga emas sangat tinggi,” kata Bepdjo, dikutip AFP, Jumat (29/5/2026).

“Kita harus mengusir mereka, kalau tidak, mereka akan terus menerobos masuk,” ujarnya.

Area Luas Terdampak Pertambangan Ilegal

Amazon Mining Watch mencatat area seluas 223.000 hektar terdampak aktivitas pertambangan di Brasil antara tahun 2018 dan 2025. Hampir 80% di antaranya beroperasi secara ilegal. Kerusakan terparah terjadi saat era mantan Presiden Jair Bolsonaro yang mendorong iklim impunitas di Amazon.

Sejak Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menjabat pada 2023, pemerintah sebenarnya telah menindak tegas penambangan ilegal. Namun para pengusaha tambang yang operasinya telah berubah dari skala artisanal menjadi bernilai jutaan dolar dengan mesin besar dan armada pesawat kecil berhasil beradaptasi dengan cepat.

“Para penambang mundur semakin dalam ke hutan,” kata Nilton Tubino, pejabat yang ditunjuk pemerintah Lula untuk memimpin operasi perlindungan wilayah adat. “Kami terus-menerus bergulat dengan tantangan yang ditimbulkan oleh skala wilayah yang sangat besar ini.”

Celah Baru: Emas Diselundupkan lewat Negara Tetangga

Institut Escolhas memperingatkan munculnya krisis baru akibat penindakan pemerintah. Emas yang sebelumnya keluar dari Brasil melalui jalur resmi kini diselundupkan lewat negara-negara seperti Guyana atau Venezuela. Celah lain berupa “tambang hantu” — lokasi yang memiliki izin penambangan artisanal dan menyatakan penjualan emas, namun tidak ada tanda aktivitas saat diamati dari udara.

Brasil memproduksi 71 ton emas pada tahun 2025, yang diekspor ke Kanada, Swiss, dan Inggris. Produksi yang masif ini menjadi lahan subur bagi pencucian emas ilegal dari kawasan lindung Amazon. Pemerintah Brasil kini sedang mengerjakan undang-undang baru untuk memperkuat pelacakan emas, termasuk inisiatif perpustakaan “DNA” emas untuk melacak asal bijih ke lokasi tertentu.

Fernando Lucas, Presiden Federasi Koperasi Penambang Emas di Para, mengaku muak dengan para penambang yang “dicap sebagai penjahat.” Ia menilai banyak penambang yang ingin beroperasi secara legal namun terjebak dalam birokrasi. Lucas menyerukan model pertambangan yang lebih terorganisir dan berkelanjutan untuk mengatasi konflik antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Ketidakstabilan harga emas global yang mendorong gelombang penambangan liar ini menjadi pengingat bahwa fluktuasi pasar komoditas tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga pada kehidupan komunitas adat dan ekosistem hutan hujan terbesar di dunia.