Friday, May 29, 2026
Ekonomi

Wilmar Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Ekspor CPO oleh Purbaya

Jakarta — PT Wilmar International Limited angkat bicara setelah namanya terseret dalam dugaan manipulasi ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Perusahaan raksasa kelapa sawit asal Singapura itu menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelidikan tersebut.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Singapura (SGX), Wilmar menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memahami kekhawatiran pemerintah Indonesia. Perusahaan berjanji akan segera memberikan pembaruan informasi jika menerima pemberitahuan resmi mengenai dugaan penggelapan nilai faktur dan transfer pricing ekspor.

Dugaan Under-Invoicing dan Transfer Pricing

Purbaya sebelumnya mengungkapkan ada 10 perusahaan yang diduga melakukan penjualan CPO ke perusahaan perdagangan di Singapura, kemudian menjual kembali kargo tersebut ke Amerika Serikat dengan harga lebih tinggi hingga 50%. Praktik ini disebut merugikan Indonesia secara signifikan.

“Jika dan ketika kami menerima pemberitahuan resmi bahwa Wilmar sedang diselidiki karena diduga melakukan penggelapan nilai faktur dan transfer pricing ekspor, kami akan segera memperbarui informasi tersebut kepada pasar,” kata Wilmar dalam pernyataan resminya.

Tiga Perusahaan Raksasa Disebut

Selain Wilmar, Purbaya juga menyebut nama Musim Mas dan Salim Ivomas Pratama sebagai bagian dari 10 perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik tersebut. Ketiga perusahaan ini merupakan pemain besar di industri kelapa sawit Indonesia.

Purbaya mengaku belum dapat memastikan sanksi atau hukuman lebih lanjut untuk perusahaan-perusahaan tersebut. Namun, dia menegaskan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap aturan dan kewajiban pembayaran yang sesuai.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pemain besar industri sawit yang menguasai pangsa pasar signifikan. Pemerintah terus memantau perkembangan untuk memastikan keadilan bagi seluruh pelaku usaha di sektor ekspor komoditas strategis.