Thursday, May 28, 2026
Nasional

Pilot Presiden RI Ternyata Perempuan Termuda Instruktur Boeing 777 di Dunia

Jakarta — Di balik kemewahan pesawat kepresidenan yang melintas di langit, tersimpan kisah inspiratif dari para pilot perempuan muda Indonesia. Mereka bukan sekadar penerbang biasa, melainkan pejuang gravitasi yang mencetak rekor dunia di usia yang terbilang belia.

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membuka tabir cerita ini melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Selasa (26/5/2026). Ia menyebut para pilot tersebut sebagai “outliers” — pribadi unggul yang berhasil menembus batas dan mencetak prestasi kelas dunia di usia muda.

Captain Tania: Sosok Perempuan Pertama yang Membawa Presiden

Di antara nama-nama yang disebut, Captain Tania Citra Widjaya menjadi yang paling mencolok. Pilot Garuda Indonesia berusia 31 tahun ini adalah penerbang Boeing 777 yang membawa Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan jarak jauh ke luar negeri.

“Setelah 76 tahun Garuda Indonesia berdiri, hari ini Tania menjadi pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden RI yang sedang menjabat,” tulis Dirgayuza.

Pencapaian Tania tidak berhenti di situ. Dua tahun lalu, di usia 29 tahun, ia disebut menjadi pilot perempuan Boeing 777 termuda di dunia. Kini, ia juga menyandang status sebagai instruktur perempuan Boeing 777 termuda di dunia — sebuah rekor yang belum pernah diraih sebelumnya.

Deretan Penerbang Muda yang Mengawal Presiden

Selain Tania, Dirgayuza juga menyoroti Captain Ajeng Mahessa, pilot Skadron Udara 17 yang menerbangkan Boeing 737 untuk perjalanan presiden domestik maupun luar negeri jarak dekat. Di usia 30 tahun, Ajeng disebut sebagai pilot pesawat kepresidenan Boeing 737 termuda di dunia. Ia juga mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional tahun 2011.

Captain Yustikasari Diana Putri atau Tika, 27 tahun, menjadi salah satu pilot Skadron Udara 2 yang menerbangkan pesawat CN. Tugasnya melayani penerbangan ke kota-kota kecil dan misi kemanusiaan di wilayah dengan landasan pendek — medan yang menuntut keahlian tinggi dan keberanian ekstra.

Ada pula Captain Gini Setya Rahayu, pilot C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 yang baru berusia 24 tahun. Gini terlibat dalam berbagai operasi logistik penting, termasuk rehabilitasi wilayah di Sumatra.

Presiden Prabowo dan Apresiasi untuk Talenta Muda

Dirgayuza menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap talenta-talenta muda unggul yang memiliki dedikasi tinggi kepada Indonesia.

“Presiden selalu mengingatkan, kita harus terus menemukan, memberi kesempatan, dan mengapresiasi orang-orang terbaik yang cinta Merah Putih, berapa pun usianya,” ujarnya.

Kisah para penerbang perempuan ini memang masih jarang terekspos di ruang publik. Namun cerita tentang kerja keras dan prestasi mereka menjadi pengingat bahwa langit Nusantara tidak mengenal batas gender.

“Di balik sukses mereka, ada ribuan jam belajar, bekerja, dan mengumpulkan tekad agar bisa melawan gravitasi dan terbang tinggi di langit Nusantara dan dunia,” tutup Dirgayuza.