5 Rahasia Bikin Sate Kambing Empuk, Juicy, dan Anti Prengus saat Idul Adha
Jakarta — Sate kambing menjadi salah satu menu wajib saat perayaan Idul Adha. Namun, banyak yang mengeluhkan daging kambing berbau prengus atau bertekstur alot setelah dimasak. Seorang pengelola warung sate legendaris di Jakarta membagikan rahasia agar sate tetap empuk, juicy, dan minim aroma tidak sedap.
Sri Mulyono, pengelola Sate Keroncong Sederhana di Jatinegara, warung yang sudah berdiri sejak 1964, mengungkap lima trik utama yang selama ini ia terapkan untuk mengolah sate kambing berkualitas tinggi.
1. Pilih Kambing Betina yang Cukup Umur
Mulyono menekankan, pemilihan jenis kambing menjadi faktor paling krusial. Warungnya lebih memilih menggunakan kambing betina yang sudah cukup umur karena aroma prengus pada kambing jantan jauh lebih kuat. Prengus itu sendiri berasal dari senyawa kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh kambing jantan.
Selain itu, proses pemotongan juga tak boleh sembarangan. Bagian serat dan lemak tertentu harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum daging diolah menjadi sate.
2. Nanas Hanya untuk Daging yang Benar-benar Keras
Banyak orang menggunakan nanas untuk mengempukkan daging. Namun, Mulyono mengingatkan metode ini hanya boleh dilakukan jika kondisi daging benar-benar keras. Perendaman dengan air nanas juga tidak boleh terlalu lama karena bisa membuat tekstur daging menjadi lembek dan mudah hancur. Cukup 15 hingga 20 menit saja.
3. Bumbu Celup Kental Berbahan Gula Jawa
Ciri khas sate di warung Mulyono terletak pada bumbu celup berbahan dasar gula Jawa yang dicampur berbagai rempah. Bumbu ini dimasak selama berjam-jam hingga mengental sehingga cita rasa rempah lebih menyatu. Selain menambah rasa manis gurih, bumbu ini juga membantu menghasilkan warna sate yang lebih menarik saat dibakar.
4. Teknik Dicelup Dua Kali
Trik berikutnya adalah mencelupkan sate ke dalam bumbu sebanyak dua kali. Prosesnya dimulai dengan membakar sate di atas arang tanpa bumbu hingga setengah matang. Setelah itu sate dicelupkan ke bumbu, dibakar kembali, lalu dicelupkan sekali lagi sebelum dimatangkan hingga permukaannya mengering. Cara ini membantu bumbu menempel lebih sempurna dan menghasilkan lapisan karamel yang khas.
5. Api Arang Besar dan Panas
Kunci terakhir ada pada proses pembakaran. Sate kambing sebaiknya dibakar menggunakan arang dengan api yang panas dan stabil. Api besar memungkinkan permukaan daging cepat mengalami karamelisasi sehingga sari daging tetap terjaga di dalam. Hasilnya, sate matang lebih cepat dengan tekstur yang tetap empuk dan juicy. Proses pembakaran umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.
Sebagai pelengkap, sate kambing biasanya disajikan bersama kecap manis, irisan bawang merah, tomat, cabai rawit, dan sedikit merica. Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sate kambing tetap menjadi menu favorit masyarakat Indonesia setiap musim Idul Adha.
Baca juga: Menkes Buka Fakta: Daging Kambing Lebih Rendah Lemak Jenuh dari Sapi
