Friday, May 29, 2026
Ekonomi

Purbaya Stres Hadapi Dolar Rp17.800, Tapi Klaim APBN Tetap Aman

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku stres saat diminta komentar soal nilai tukar rupiah yang makin terpuruk mendekati level Rp17.800 per dolar AS. Namun di balik keluhannya itu, Purbaya meyakinkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman.

Purbaya menilai posisi rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sesungguhnya. Pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 5%, inflasi terjaga, dan defisit transaksi berjalan dalam kondisi terkendali.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Rabu (27/5).

Ketika ditanya apakah pemerintah perlu melakukan stress test terhadap APBN mengingat tren pelemahan rupiah, Purbaya justru menegaskan bahwa simulasi terburuk sudah dilakukan sejak awal. Pihaknya sudah mengantisipasi skenario harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel beserta asumsi pelemahan rupiah yang menyertainya.

“Enggak (ada stress test), kami sudah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kami perhitungkan. Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya,” Purbaya menekankan.

Intervensi di Pasar Obligasi Mulai Berbuah

Selain itu, Purbaya mengungkapkan bahwa imbal hasil (yield) obligasi pemerintah justru mengalami penurunan meski rupiah melemah. Hal ini merupakan dampak dari intervensi pemerintah melalui treasury operation di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” terang Purbaya.

Purbaya juga menambahkan bahwa aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia. Menurutnya, selama pasar obligasi terkendali, kepercayaan investor asing untuk menanamkan modal akan tetap terjaga.

“Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga,” bebernya.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi tekanan nilai tukar. Ada rencana tindakan lebih lanjut yang akan diambil untuk memperkuat posisi rupiah.

“Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” Purbaya menjelaskan.

Baca juga: Rupiah Offshore Nyaris Tembus Rp17.900/US$, Paling Volatil di Asia