Prabowo Siapkan Paket Stimulus Ekonomi, Ada Insentif Pajak-Vokasi
Jakarta — Pemerintah resmi menyetujui Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 yang menyerap anggaran hingga Rp 7,8 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan paket ini dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui diskon transportasi, program magang nasional, hingga insentif pajak untuk penulis.
Diskon Transportasi Jadi Ujung Tombak
Sepotong perhatian pemerintah tertuju pada mobilitas masyarakat. Untuk masa libur sekolah, alokasi Rp 190 miliar disiapkan guna mendiskon tiket transportasi yang menyasar 3,07 juta orang. Sementara periode Natal dan Tahun Baru mendapat jatah Rp 161,4 miliar bagi sekitar 2,87 juta penerima manfaat.
“Diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara ini selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru,” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Tak cuma diskon tarif, pemerintah juga mengucurkan PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat. Angkanya Rp 472,7 miliar untuk libur sekolah dengan target 2,3 juta penumpang, dan Rp 722 miliar untuk momen Nataru dengan target 3,7 juta penumpang.
Program Magang dan Vokasi Serap Jutaan Tenaga Kerja
Di luar stimulus mobilitas, paket ini juga merambah dunia ketenagakerjaan. Program magang nasional yang dijadwalkan mulai Juli 2026 menargetkan 150 ribu peserta dengan anggaran Rp 4,14 triliun. Program vokasi nasional menyusul untuk 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan dana Rp 2,12 triliun.
“Jadi itu yang tadi dibahas dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal ke-2,” tegas Airlangga.
Insentif PPh Final untuk Penulis
Sentuhan unik dalam paket stimulus ini adalah insentif pajak penghasilan (PPh) final sebesar 1,5% khusus untuk para penulis. Airlangga belum membeberkan besaran anggaran yang dialokasikan untuk program ini, namun kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah konkret mendukung ekonomi kreatif.
Dengan total anggaran Rp 7,8 triliun — belum termasuk insentif untuk penulis — paket stimulus ini menjadi salah satu langkah terbesar pemerintah dalam menggenjot konsumsi dan investasi di semester kedua tahun ini.
Baca juga: Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli 2026, Kemenperin Klaim Investor Tetap Optimistis