Friday, May 29, 2026
Nasional

Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius yang Sulit Dipadamkan di Sleman

Jakarta — Api yang berkali-kali muncul dan padam sendiri di sebuah rumah warga Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, membuat bingung warga maupun aparat keamanan. Setelah tim Gegana dan berbagai instansi terkait gagal menghentikan kemunculan api secara permanen, kini giliran akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang turun tangan mencari jawaban ilmiah di balik fenomena ganjil tersebut.

Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, memastikan tim lintas disiplin dari kampus tersebut dijadwalkan melakukan observasi langsung ke lokasi pada Sabtu (30/5/2026). Tim yang terdiri dari tujuh orang ini berasal dari empat departemen berbeda, yakni Teknik Mesin dan Industri, Teknik Nuklir dan Fisika, Teknik Sipil dan Lingkungan, serta Geologi.

“Ya, besok observasi dulu,” kata Alva saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Observasi awal akan difokuskan pada penelusuran sumber kejadian, titik-titik yang terbakar, serta kondisi lingkungan sekitar rumah. Kunjungan tersebut merupakan langkah awal sebelum tim melakukan analisis lebih mendalam terkait penyebab kebakaran yang hingga kini masih membingungkan semua pihak.

“Observasinya nanti melihat sumbernya, terus tempat yang kebakaran, terus lingkungannya,” ujarnya.

Menariknya, keterlibatan tim UGM ini bukan berasal dari permintaan resmi pemerintah daerah. Alva menegaskan bahwa inisiatif ini murni dari kepedulian akademisi terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat setempat.

“Ini hanya empati aja, yang pada punya ilmu itu loh. Karena itu ada problem di masyarakat, ada yang bingung. Lah, ini kami membawa teman-teman yang punya ilmu itu soalnya bisa memberikan pencerah, gitu tujuannya,” tuturnya.

Sebelumnya, kejadian serupa pernah ditemukan di sejumlah daerah lain di Indonesia. Berdasarkan pengalaman dan kajian yang pernah dilakukan, beberapa kasus kebakaran misterius dipicu oleh gas metana, biogas, hingga kebocoran instalasi tertentu. Kasus serupa sempat menjadi perhatian publik di daerah lain dan berhasil diungkap setelah analisis mendalam dilakukan oleh tim ahli.

Namun, Alva menegaskan timnya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian di Seyegan, Sleman sebelum observasi dilakukan. “Ya ada yang gas metana, ada yang gas biogas. Macam-macam. Ada yang kebocoran SPBU, ada yang macam-macam,” tandasnya.

Kejadian api misterius ini menjadi perhatian luas setelah sejumlah media lokal memberitakan bahwa rumah warga di Padukuhan Mriyan telah terbakar puluhan kali sejak akhir Mei 2026. Tim Gegana bahkan sempat turun tangan namun belum mampu menghentikan kemunculan api secara permanen. Fenomena ini mengundang spekulasi berbagai pihak, mulai dari faktor alam hingga hal-hal di luar nalar.

Dengan melibatkan ahli nuklir, geolog, dan insinyur sipil dari UGM, diharapkan penjelasan komprehensif tentang penyebab kebakaran ini bisa segera terungkap. Masyarakat setempat pun menantikan hasil observasi tim akademisi yang dijadwalkan mulai besok.

Kasus ini mengingatkan pada sejumlah fenomena serupa yang pernah terjadi di berbagai belahan dunia, di mana kebakaran tanpa sumber api yang jelas membingungkan peneliti selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum akhirnya menemukan penjelasan ilmiahnya.