Friday, May 29, 2026
Olahraga

Crystal Palace Akhiri Puasa 38 Tahun, Raih Trofi Eropa Perdana

Jakarta —

Crystal Palace menulis sejarah baru setelah menjuarai UEFA Conference League 2025/2026. The Eagles mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 dalam final yang digelar di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, Kamis (28/5) dini hari WIB.

Gol semata wayang Jean-Philippe Mateta pada menit ke-51 menjadi penentu kemenangan klub asal London Selatan tersebut. Mateta memanfaatkan umpan terukur untuk menceploskan bola ke gawang Rayo Vallecano dan mengubah nasib Crystal Palace di panggung Eropa.

Trofi Pertama dalam 38 Tahun

Kemenangan ini menandai trofi antarklub Eropa pertama Crystal Palace sejak Piala Winners 1987/1988. Ketika itu, mereka mengalahkan KV Mechelen di partai puncak. Hampir empat dekade berlalu, The Eagles akhirnya kembali ke podium juara Eropa.

Pencapaian ini terasa istimewa mengingat Crystal Palace bukan klub yang selalu diunggulkan di kompetisi Eropa. Mereka menjalani musim yang konsisten hingga mampu menembus final Conference League dan merebut gelar.

Dua Klub Inggris Juara Eropa

Keberhasilan Crystal Palace melengkapi kejayaan klub-klub Inggris di Eropa musim ini. Aston Villa lebih dulu menjuarai Liga Europa, membuat dua klub Inggris meraih gelar Eropa bersamaan. Pencapaian serupa terakhir kali terjadi pada 2018/2019, ketika Liverpool juara Liga Champions dan Chelsea juara Liga Europa.

Kekuatan sepak bola Inggris semakin terasa dengan sembilan klub yang akan tampil di kompetisi antarklub Eropa musim depan. Arsenal, Manchester City, Manchester United, Aston Villa, dan Liverpool bermain di Liga Champions. Crystal Palace bergabung dengan Bournemouth dan Sunderland di Liga Europa, sementara Brighton and Hove Albion tampil di Conference League.

Arsenal Bisa Tambah Koleksi

Kejayaan Inggris masih bisa bertambah jika Arsenal menjuarai Liga Champions. The Gunners dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain di partai puncak. Kemenangan Arsenal akan membuat Inggris menguasai tiga gelar Eropa sekaligus musim ini.

Bagi Crystal Palace, Conference League bukan sekadar trofi. Ini adalah bukti bahwa klub yang kerap dianggap kuda hitam mampu bersaing di level tertinggi dan menulis nama dalam sejarah sepak bola Eropa.