Friday, May 29, 2026
Internasional

Macron Dorong Kemitraan Budaya hingga Inovasi, Prancis Siap Perluas Akses Talenta Indonesia

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana pembukaan cabang Yayasan France Asie di Indonesia saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Élysée, Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Langkah ini menandai babak baru kemitraan kedua negara di bidang budaya, pendidikan, dan inovasi.

Macron menegaskan hubungan budaya Indonesia dan Prancis terus berkembang signifikan sejak peluncuran strategi budaya bersama pada Mei 2025 saat ia berkunjung ke Candi Borobudur. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan komitmen Prancis untuk memperkuat industri budaya dan kreatif kedua negara.

“Kami juga ingin memperkuat kemitraan budaya kita untuk industri budaya dan kreatif,” ujar Macron.

Strategi budaya bersama itu disebut telah menunjukkan kemajuan penting di berbagai sektor, mulai dari museum, buku, film, hingga industri mode. Kemajuan ini menjadi dasar bagi perluasan kerja sama ke sektor ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

“Strategi ini telah mengalami kemajuan penting dalam beberapa bulan terakhir, baik dalam bidang museum, buku, film, maupun mode,” katanya.

Di luar sektor budaya, kedua negara sepakat memperdalam kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan tinggi. Macron menyatakan deklarasi bersama akan diadopsi untuk memperkuat kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas antara Indonesia dan Prancis. Perkembangan ini melengkapi dinamika hubungan bilateral yang sebelumnya sempat menyoroti aspek pertahanan dan [kerja sama strategis di bidang militer].

“Dalam rangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026, kami juga sepakat memperdalam dan menata lebih baik kerja sama ilmiah, teknologi, dan universitas,” ujar Macron.

Prancis juga berencana membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa, peneliti, dan talenta muda Indonesia untuk belajar dan berkembang di negara tersebut. Macron menyebut ingin menerima lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta Indonesia.

Untuk mendukung langkah tersebut, Macron mengungkapkan Yayasan France Asie akan membuka cabang di Indonesia. Pembentukan cabang itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antargenerasi muda kedua negara. Inisiatif ini sejalan dengan [semangat Prabowo yang memuji keberanian Prancis dalam mengambil sikap di panggung internasional.

Selain itu, Macron mengatakan akan dibentuk program tahunan Young Leaders yang mempertemukan tokoh-tokoh muda potensial dari Indonesia dan Prancis. Program ini diharapkan mendorong lahirnya kolaborasi baru sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang kedua negara.

“Yayasan France Asie akan meluncurkan cabang Indonesia yang merupakan bagian dari ambisi yang sama dan juga akan memungkinkan dibentuknya program tahunan Young Leaders yang mempertemukan tokoh-tokoh muda berbakat yang terlibat dalam pengembangan hubungan kedua negara kita,” pungkas Macron.

Kunjungan Prabowo ke Paris menjadi momen penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Sebelumnya, Macron juga menyambut minat [Prabowo dalam mendukung kemerdekaan Palestina] sebagai cerminan komitmen bersama terhadap perdamaian dunia.