ASEAN Rencanakan KTT Bareng Putin di Rusia, Indonesia Ikutan?
Para pemimpin negara ASEAN dijadwalkan terbang ke Kazan, Rusia, untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) peringatan bersama Presiden Vladimir Putin pada 17-18 Juni mendatang. Pertemuan bersejarah ini mengonfirmasi bahwa hubungan diplomatik kawasan Asia Tenggara dengan Moskow tetap berjalan meskipun tekanan geopolitik global semakin intens.
Kepastian agenda internasional ini disampaikan langsung oleh diplomat top Filipina. Sekretaris Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, mengonfirmasi telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov soal rencana pertemuan tersebut.
“Berbicara di telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengenai KTT peringatan ASEAN yang akan diadakan di kota Kazan, Rusia,” tulis Lazaro dalam unggahannya di akun media sosial X.
Kedutaan Besar Rusia di Manila memastikan bahwa Lavrov dan Lazaro telah membahas prospek perluasan kemitraan strategis Rusia dengan ASEAN menjelang KTT. Selain Filipina dan Indonesia, anggota ASEAN lainnya meliputi Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Secara geopolitik, mayoritas negara anggota ASEAN sebenarnya mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 lalu. Namun, blok regional ini tetap mempertahankan hubungan baik dengan Moskow sebagai mitra wicara dan terus melibatkan pejabat Rusia dalam pertemuan tahunan tingkat tinggi.
Dinamika politik di antara negara-negara ASEAN sangat beragam. Beberapa negara dianggap bersekutu erat dengan Amerika Serikat seperti Filipina yang memegang kepemimpinan bergilir ASEAN tahun ini. Di sisi lain, anggota lainnya memiliki keterlibatan perdagangan dan keamanan yang sangat besar dengan China dan Rusia. Bahkan Vietnam dan Laos memilih abstain dalam resolusi PBB terkait serangan ke Ukraina.
Faktor ekonomi juga menjadi alasan kuat bagi kawasan ini untuk menjaga hubungan dengan Moskow. Beberapa anggota ASEAN, termasuk Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, tercatat telah mengimpor atau menyatakan minat untuk membeli minyak mentah Rusia demi mengamankan pasokan energi domestik setelah harga bahan bakar global melonjak pasca-serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dipastikan bakal terbang langsung ke Rusia untuk menghadiri KTT bersama Putin. Kepastian ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat pemerintah Filipina yang berbicara dengan syarat anonim. “Presiden Ferdinand Marcos Jr. akan menghadiri KTT bersama Putin,” kata pejabat pemerintah Filipina tersebut.
Kehadiran pemimpin negara ASEAN lainnya masih menjadi tanda tanya besar. Pemimpin Singapura belum bisa dipastikan kehadirannya mengingat negara pulau kaya tersebut mengutuk keras invasi Rusia ke Ukraina dan ikut memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Moskow. Sementara itu, pemimpin Myanmar yang saat ini bertindak sebagai koordinator hubungan ASEAN dengan Rusia, kemungkinan besar tidak akan diizinkan hadir. ASEAN telah melarang para pemimpin junta militer Myanmar menghadiri pertemuan tingkat tinggi sejak tentara Myanmar menggulingkan pemerintahan demokratis Aung San Suu Kyi pada tahun 2021.
Pembatasan ketat ini diberlakukan karena pemerintah militer Myanmar gagal mengakhiri kekerasan atau menumbuhkan dialog perdamaian, meskipun para pemimpin ASEAN telah mengajukan rencana perdamaian lima poin pada tahun 2021 yang menuntut penghentian segera semua pertempuran dan permusuhan.
KTT ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dan negara ASEAN lainnya untuk menegaskan posisi tengah di tengah rivalitas global antara Blok Barat dan Rusia. Dengan Prabowo Subianto yang sebelumnya telah bertemu Putin di Istana Konstantinovsky, St Petersburg, Indonesia memiliki posisi strategis dalam menjembatani kemitraan ekonomi dan diplomatik di kawasan.