Thursday, May 28, 2026
NasionalReligi

Deretan Nama Unik 30 Sapi Kurban Presiden Prabowo, dari Si Gemoy hingga Predator

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 30 ekor sapi kurban berkualitas premium untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Setiap sapi memiliki nama unik dengan bobot mencapai lebih dari satu ton.

Hewan kurban pilihan kepala negara ini tidak hanya memiliki postur jumbo, tetapi juga menyimpan cerita menarik di balik setiap namanya. Mulai dari Sadewa Next Generation yang berbobot 1,76 ton hingga Bejo dari Bintan seberat 856 kilogram, semua telah lolos seleksi kesehatan ketat dari Sekretariat Presiden dan dinas peternakan setempat.

Sadewa Next Generation, Sapi Terberat dari Blitar

Sapi kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, bernama Sadewa Next Generation. Sapi jenis limosin ini memiliki bobot mencapai 1,76 ton dan dipelihara oleh peternak asal Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Azis Yasir Naufal. Sadewa dipilih karena posturnya yang besar dengan kondisi kesehatan sangat baik, serta dibanderol dengan harga sekitar Rp100 juta.

Gendowor dan Si Mayor dari Sulawesi dan Jawa Barat

Di Sulawesi Tenggara, sapi kurban presiden diberi nama Gendowor. Sapi simental seberat 1,1 ton ini berasal dari Desa Pombulaa Jaya, Kecamatan Konda. Nama Gendowor dipilih karena ukuran tubuh sapi yang besar dan gagah. Sementara di Bandung Barat, sapi bernama Si Mayor memiliki bobot lebih dari satu ton dan dipelihara peternak lokal di Kecamatan Gununghalu.

Predator dan Panda, Nama Unik dari Jawa Barat dan Sumsel

Di Sukabumi, sapi kurban presiden diberi nama Predator dengan bobot sekitar 1,1 ton. Nama ini dipilih karena posturnya yang besar dan terlihat gagah. Sementara di Palembang, Sumatera Selatan, sapi bernama Panda memiliki bobot 964 kilogram. Nama Panda diberikan karena corak warna hitam putih pada tubuhnya yang dinilai mirip dengan hewan panda.

Tigo Selo hingga Mbah Iran dari Sumatera dan Yogyakarta

Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menerima sapi kurban bernama Tigo Selo dengan bobot 1,1 ton. Nama ini diambil dari nama kawasan setempat. Di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sapi jenis Peranakan Ongole bernama Mbah Iran memiliki bobot sekitar 1 ton dan dibeli dengan harga Rp90 juta. Sapi ini dirawat selama kurang lebih dua tahun oleh peternaknya dan dikenal memiliki kondisi fisik prima.

Glendoh, Batu Aji, dan Sambo dari Jawa Tengah hingga Banten

Presiden Prabowo juga membeli sapi kurban jumbo milik peternak asal Sragen bernama Glendoh. Sapi jenis Limosin Cross seberat 950 kilogram ini dipelihara oleh Hadi Sumanto, peternak berusia 84 tahun. Di Magelang, sapi bernama Batu Aji memiliki bobot 1,53 ton dan dibeli dengan harga Rp126 juta. Sementara di Tangerang, sapi bernama Sambo seberat 1,1 ton dibeli seharga Rp122 juta setelah menjalani perawatan khusus selama tiga tahun dengan pola makan teratur.

Black Panther, Abimanyu, dan Bejo dari NTB hingga Kepulauan Riau

Di Nusa Tenggara Barat, sapi kurban presiden diberi nama Black Panther karena warna tubuhnya yang dominan hitam dengan postur besar dan kekar. Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menerima sapi bernama Abimanyu yang diambil dari tokoh pewayangan. Sementara di Bintan, Kepulauan Riau, sapi bernama Bejo seberat 856 kilogram identik dengan harapan keberuntungan dan rezeki.

Bison, Bagong, dan Angus dari Ciamis hingga Sumsel

Di Ciamis, sapi bernama Bison memiliki bobot 1,15 ton dengan postur menyerupai banteng liar. Di Sulawesi Barat, sapi bernama Bagong seberat 1,15 ton dibeli dengan harga Rp118 juta. Kandangnya bahkan dijaga ekstra dan dipasangi CCTV karena menjadi salah satu sapi kurban presiden dengan bobot terbesar di Sulbar. Sementara di Musi Rawas, Sumatera Selatan, sapi bernama Angus seberat 917 kilogram dipilih karena kondisi fisiknya yang sehat.

Sontrot, Gemoy, dan Bima Seta dari Yogyakarta dan Jawa Tengah

Di Yogyakarta, sapi kurban presiden bernama Sontrot memiliki bobot 1,05 ton. Di Kendal, sapi bernama Gemoy seberat 1,1 ton dipilih karena tubuhnya yang besar namun terlihat jinak dan menggemaskan. Di Klaten, sapi bernama Bima Seta seberat 930 kilogram terinspirasi dari tokoh pewayangan yang identik dengan kekuatan dan ketangguhan.

Suro, Arjuna, dan Situmpul dari Jepara hingga Papua

Di Jepara, sapi bernama Suro sempat ditolak tawaran pembelian hingga Rp100 juta sebelum akhirnya dipilih menjadi hewan kurban presiden. Di Kupang, NTT, sapi bernama Arjuna seberat 1,18 ton menjadi salah satu sapi kurban presiden dengan bobot terbesar di NTT tahun ini. Sementara di Biak Numfor, Papua, sapi bernama Situmpul menjadi kebanggaan peternak lokal karena berhasil lolos seleksi nasional hewan kurban presiden.

Seluruh rangkaian penyaluran 30 ekor sapi kurban ini menjadi momen yang dinantikan masyarakat di berbagai daerah. Selain sebagai ibadah, kurban presiden tahun ini juga menunjukkan perhatian terhadap peternak lokal yang berhasil menghasilkan sapi-sapi berkualitas unggul di tanah air.