Takbir Idul Adha Bergema 5 Hari, Ini Batasan Waktu dan Hukumnya dalam Islam
Jakarta — Gemuruh takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H masih terus bergema hingga hari ini. Pertanyaan yang kerap muncul di kalangan umat Muslim adalah berapa lama sebenarnya durasi takbir Idul Adha dikumandangkan?
Berbeda dengan takbir Idul Fitri yang hanya berkumandang semalam, takbir Idul Adha memiliki rentang waktu yang jauh lebih panjang. Berdasarkan kajian para ulama yang merujuk pada Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 28 dan berbagai hadits Nabi, gemuruh takbir Idul Adha berlangsung selama lima hari penuh.
Dimulai Sejak Subuh Hari Arafah
Waktu pelaksanaan takbir Idul Adha dimulai sejak subuh pada hari Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijjah. Rentang ini kemudian berlanjut hingga waktu Ashar pada hari Tasyrik terakhir, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. Dengan demikian, umat Islam memiliki waktu lima hari untuk senantiasa mengumandangkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid.
Hukum melantunkan takbir pada rentang waktu tersebut termasuk sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Pendapat ini didasarkan pada pandangan Imam Ahmad, Abu Saur, dan Sufyan Saury yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat memperbanyak bacaan tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari istimewa tersebut.
Dua Jenis Takbiran Idul Adha
Dalam pelaksanaannya, takbiran Idul Adha terbagi menjadi dua jenis berdasarkan waktu dan tempat pengamalannya. Pertama, takbir mursal, yaitu lantunan takbir yang bisa dikumandangkan di mana saja dan kapan saja tanpa terikat waktu salat. Umat Islam bisa bertakbir di jalan, di rumah, di pasar, maupun di masjid sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyrik.
Kedua, takbir muqayyad, yaitu takbir yang dikumandangkan secara khusus setelah menjalankan salat fardhu. Jenis takbir ini memiliki waktu yang lebih terikat dan biasanya diamalkan pada hari-hari tertentu selama rentang Idul Adha.
Keistimewaan Takbir di Hari Tasyrik
Hari Tasyrik yang jatuh pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah menjadi momen istimewa karena umat Islam masih diperkenankan untuk terus bertakbir. Tradisi ini menjadi salah satu pembeda utama antara Idul Adha dengan Idul Fitri, di mana suasana takbir di hari raya kurban terasa lebih panjang dan khidmat.
Di berbagai daerah di Indonesia, kemeriahan takbir Idul Adha diwarnai dengan pawai obor, takbir keliling, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Adha yang penuh makna pengorbanan dan ketakwaan.
Baca juga: Bukan Sekadar Potong Hewan, Ini Makna Mendalam Idul Adha 2026
