Kebakaran Hebat Hanguskan 27 Rumah di Tambora, 250 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Jakarta — Kebakaran besar menghanguskan 27 rumah di permukiman padat penduduk Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, Kamis malam, 28 Mei 2026. Sebanyak 115 kepala keluarga dengan total 250 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat insiden yang berlangsung di kawasan sempit itu.
Peristiwa bermula ketika seorang warga datang ke Pos Krendang untuk melaporkan api yang berkobar di salah satu rumah tinggal di Jalan Krendang Barat Gang 2 Nomor 3, RT 13/RW 4. Laporan itu diterima petugas sekitar pukul 19.47 WIB dan langsung ditindaklanjuti.
“Petugas pemadam kebakaran kemudian bergerak cepat menuju lokasi satu menit setelah laporan diterima dan tiba di tempat kejadian pukul 19.53 WIB,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi.
Untuk menjinakkan si jago merah, petugas mengerahkan 21 unit mobil pemadam beserta 105 personel. Proses pemadaman dimulai pukul 19.54 WIB dan api berhasil dilokalisir sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 20.56 WIB.
Berdasarkan data Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, 27 rumah yang terdampak tersebar di empat RT berbeda. Sebanyak lima rumah di RT 10/RW 05, empat rumah di RT 11/RW 05, sepuluh rumah di RT 12/RW 05, serta delapan rumah di RT 13/RW 04. Kawasan Krendang yang dikenal sebagai permukiman padat di Jakarta Barat memang rentan terhadap risiko kebakaran.
Meski kerusakan material cukup parah, Syaiful memastikan tidak ada korban luka ringan maupun luka bakar dalam kejadian ini. “Api berhasil dipadamkan oleh petugas,” tuturnya.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Begitu pula dengan perkiraan luas area yang terbakar, masih didalami petugas terkait. Sementara itu, warga yang terdampak mengungsi ke sejumlah lokasi aman di sekitar kawasan Krendang.
Kebakaran di Tambora ini menjadi pengingat soal pentingnya kewaspadaan di kawasan permukiman padat. Sebelumnya, bencana banjir bandang di Bone Bolango juga menghantam permukiman warga dan menelan korban jiwa. Kedua insiden itu menunjukkan kerentanan masyarakat urban dan daerah terhadap bencana yang datang tanpa diduga.
Pemprov DKI Jakarta melalui Suku Dinas Gulkarmat terus berupaya meningkatkan respons time dalam penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk. Akses gang yang sempit sering menjadi kendala utama bagi petugas saat menjangkau lokasi kejadian, termasuk dalam kasus kebakaran di Tambora kali ini.