Friday, May 29, 2026
Olahraga

Anthony Gordon Merapat ke Barcelona, Masa Depan Marcus Rashford Makin Suram

Jakarta — Kedatangan Anthony Gordon ke Barcelona senilai 80 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun membawa dampak signifikan bagi masa depan Marcus Rashford di klub Catalan tersebut. winger asal Inggris itu resmi menandatangani kontrak lima tahun di Camp Nou, langsung menjadi pesaing Raphinha di sektor kiri serangan.

Gordon sudah berada di Spanyol untuk menuntaskan proses kepindahannya. Kehadirannya menarik perhatian lantaran menjadikannya pemain Inggris kedua yang membela Barcelona sejak 1990 — pemain pertamanya adalah Rashford sendiri, yang bergabung dengan status pinjaman dari Manchester United pada musim panas tahun lalu.

Selama berkarier di Camp Nou, Rashford tampil dalam 49 pertandingan dan terlibat dalam 28 gol di seluruh ajang melalui kombinasi gol dan assist. Catatan tersebut cukup mengesankan, namun belum cukup meyakinkan Barcelona untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai 30 juta euro. Situasi makin rumit ketika klub justru menggelontorkan dana jauh lebih besar untuk mendatangkan Gordon yang beroperasi di posisi serupa.

Ketidakpastian ini makin diperparah ketika Rashford dan perwakilannya disebut belum menerima komunikasi apa pun dari Barcelona terkait rencana klub pasca-transfer Gordon. Kubu Rashford “masih melihat peluang” untuk melanjutkan karier di Camp Nou, namun sejumlah petinggi Barcelona kini memandang upaya mempertahankannya sebagai sesuatu yang lebih rumit dibandingkan sebelumnya.

Barcelona masih memburu penyerang tengah baru setelah berpisah dengan Robert Lewandowski yang telah berusia 37 tahun. Meski Gordon beberapa kali dimainkan sebagai false nine, kedatangannya tidak mengubah kebutuhan terhadap penyerang nomor sembilan murni. Dalam daftar incaran, Rashford bukan pilihan utama — klub lebih mengutamakan Julian Alvarez maupun Joao Pedro. Pencarian penyerang ini terjadi di tengah persiapan Barcelona menghadapi final Liga Champions 2026 melawan PSG yang berlangsung ketat.

Peluang paling realistis bagi Rashford untuk bertahan di Camp Nou adalah jika Barcelona memutuskan melepas Raphinha. Winger asal Brasil itu mencatat kontribusi 29 gol dan assist sepanjang musim 2025/2026, meski sempat dua kali mengalami cedera. Seandainya Barcelona tetap mempertahankan Raphinha, jalan Rashford untuk tetap berseragam Blaugrana akan semakin sempit.

Apabila transfer permanen gagal terwujud, Rashford otomatis akan kembali ke Manchester United setelah masa peminjamannya berakhir. Situasinya kini berbeda dari saat pertama kali hengkang ke Aston Villa pada Januari 2025. MU berada dalam kondisi yang lebih stabil di bawah asuhan Michael Carrick, yang menggantikan Ruben Amorim.

Carrick, mantan rekan setim sekaligus kapten Rashford, tidak menutup kemungkinan mengintegrasikan kembali pemain itu ke dalam skuad utama. MU juga membutuhkan pemain untuk mengisi sisi kiri lini serang — kehadiran Rashford berpotensi menjadi solusi yang menghemat anggaran transfer klub. Dengan memanfaatkan pemain yang sudah ada, Setan Merah bisa memfokuskan dana untuk memperkuat lini tengah dan mencari tambahan bek kiri.

Di luar Old Trafford, beberapa klub Eropa juga dilaporkan memantau situasi Rashford. Aston Villa yang baru menjuarai Liga Europa menjadi opsi menarik, mengingat Rashford pernah secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada Unai Emery atas perannya membantu menghidupkan kembali kariernya. Newcastle United juga berpotensi menjadi pelabuhan berikutnya, terutama jika Gordon resmi hengkang dan dana hasil penjualan dapat membantu memenuhi aturan keuangan klub. Sementara itu, PSG yang akan bertemu Barcelona di final juga menjadi salah satu klub yang sedang berbenah untuk musim depan.

Klub-klub Serie A turut dalam pantauan. AC Milan, yang baru saja melakukan perombakan besar dengan memecat pelatih Massimiliano Allegri serta tiga petinggi utama, dinilai memiliki profil yang sesuai untuk proyek baru. Rekam jejak Milan menarik pemain-pemain Inggris dalam beberapa tahun terakhir menjadi pertimbangan tersendiri.

Situasi ini menempatkan Rashford di persimpangan kariernya. Pemain yang sejak lama terang-terangan ingin mengubah status pinjamannya menjadi transfer permanen kini harus menghadapi kenyataan bahwa jalannya tidak lagi selalu mulus. Keputusan akhirnya tetap bergantung pada sang pemain — apakah ia akan kembali ke Old Trafford, mencari peluang di klub lain, atau tetap berjuang mempertahankan mimpinya di Camp Nou.

Kisah ini menjadi pengingat bagi banyak pemain pinjaman bahwa karier di level elite penuh ketidakpastian. Meski telah membuktikan kualitasnya di dua liga domestik terbaik Eropa, Rashford tetap harus menunggu keputusan dari klub yang kini lebih memilih Gordon sebagai investasi masa depan mereka. Perjalanan karier Rashford menjadi cerminan dinamisnya dunia transfer pemain, di mana loyalitas dan kontribusi masa lalu tidak selalu menjadi jaminan masa depan — sebuah realitas yang juga dialami oleh para pemain yang sedang bersiap tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.