Veda Ega Terpuruk di FP1 Moto3 Italia, Sempat Moncer di Awal Sesi
Jakarta — Veda Ega Pratama harus puas menempati posisi ke-20 dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Italia di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5/2026) siang WIB. Pembalap Indonesia itu sempat menunjukkan ketajaman di awal sesi, namun gagal mempertahankan catatan waktu kompetitifnya hingga benderaFinish dikibarkan.
Sesi FP1 berlangsung di atas lintasan basah akibat hujan yang mengguyur area Mugello sebelum sesi dimulai. Kondisi trek yang licin menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pembalap, termasuk Veda yang harus beradaptasi cepat dengan aspal yang belum sepenuhnya kering.
Veda memulai FP1 dengan langkah positif. Pembalap muda binaan Honda Team Asia itu langsung menempati posisi ketujuh tak lama setelah bendera hijau dikibarkan. Catatan waktunya terus membaik sehingga ia sempat merangsek ke posisi keempat saat sesi berjalan lebih dari 10 menit.
Namun, persaingan di kelas Moto3 sangat ketat. Hakim Danish, pembalap asal Malaysia, berhasil mencatatkan waktu terbaik 2 menit 12,621 detik untuk mengklaim posisi puncak. Di sisi lain, performa Veda perlahan menurun. Ia turun ke posisi ketujuh, kemudian kesembilan, sebelum akhirnya terlempar ke urutan ke-19 dari 22 pembalap yang berkompetisi.
Situasi semakin rumit ketika FP1 tersisa 10 menit. Maximo Quiles mengambil alih posisi tercepat dari Danish, mengungguli Adrian Fernandez dan Danish di tiga besar. Veda yang kesulitan menemukan ritme terbaiknya di lintasan basah semakin tertinggal. Ia terpaut 2,254 detik dari catatan waktu terbaik yang diukir Fernandez menjelang akhir sesi.
Menariknya, Danish yang sempat mendominasi FP1 mengalami crash saat sesi tersisa enam menit. Pembalap Malaysia itu jatuh saat menempati posisi keempat dalam daftar pencatat waktu tercepat. Insiden tersebut menjadi pengingat betapa berbahayanya kondisi lintasan basah di Mugello.
Veda Ega mengakhiri FP1 di posisi ke-20. Sementara itu, Adrian Fernandez menjadi pembalap tercepat di sesi latihan bebas pertama Moto3 Italia. Hasil ini menjadi tantangan bagi Veda untuk memperbaiki posisinya di sesi FP2 yang akan digelar pada hari yang sama.
Perjuangan Veda Ega di Mugello menjadi bagian dari proses pembinaan talenta muda Indonesia di kancah balap motor internasional. Perolehan pengalaman dari Piala Dunia U-17 sebelumnya kini menjadi bekal berharga bagi para atlet muda Indonesia, termasuk Veda, untuk bersaing di level tertinggi. Langkah Veda juga sejalan dengan upaya PSSI dan induk organisasi olahraga lainnya dalam menyiapkan atlet-atlet muda menghadapi kompetisi bergengsi seperti Piala AFF 2026.