Skotlandia Bantai Curaçao 4-1, Eks Persib Gervane Kastaneer Gagal Cegah Kekalahan Jelang Piala Dunia 2026
Jakarta — Timnas Curaçao menelan kekalahan telak 1-4 dari Skotlandia dalam laga persahabatan di Hampden Park, Glasgow, Sabtu (30/5/2026) malam waktu setempat. Hasil ini menjadi sinyal peringatan bagi Curaçao jelang tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar bulan depan.
Curaçao sejatinya sempat unggul lebih dulu lewat gol Tahith Chong pada menit ke-17. Namun, keunggulan itu buyar setelah striker Jurgen Locadia menerima kartu merah di menit ke-38. Bermain dengan 10 orang, pasukan Dick Advocaat kesulitan mengimbangi Skotlandia yang tampil agresif.
Skotlandia membalikkan keadaan sebelum turun minum lewat gol Findlay Curtis di menit ke-45. Di babak kedua, Lawrence Shankland menggandakan keunggulan tuan rumah dengan brace pada menit ke-59 dan 64, sebelum Ryan Christie menutup pesta gol di menit ke-81.
Salah satu nama yang mencuri perhatian dari kubu Curaçao adalah Gervane Kastaneer, mantan penyerang Persib Bandung yang kini membela timnas negara asalnya. Kastaneer tidak bermain sebagai starter dalam laga tersebut, namun kehadirannya tetap menjadi perhatian publik sepak bola Indonesia.
Kekalahan ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi Curaçao yang akan menghadapi tantangan berat di Piala Dunia 2026. Tim yang lolos dari zona CONCACAF tersebut tergabung di Grup E bersama Jerman, Pantai Gading, dan Jepang. Dengan materi pemain yang sebagian besar bermain di liga-liga Eropa, Curaçao diprediksi akan kesulitan bersaing di turnamen akbar tersebut.
Sementara itu, Skotlandia yang juga lolos ke Piala Dunia 2026 menunjukkan performa apik jelang turnamen. Kemenangan telak ini menjadi bekal positif bagi skuad asuhan Steve Clarke yang tergabung di Grup D bersama Prancis, Australia, dan Tunisia. Skotlandia sendiri akan melakoni laga perdana Piala Dunia melawan Prancis pada 11 Juni mendatang.
Kekalahan Curaçao dari Skotlandia ini mengingatkan bahwa gap kualitas masih lebar antara negara-negara kecil dengan tim-tim besar Eropa. Bagi Kastaneer dan rekan-rekannya, Piala Dunia 2026 akan menjadi pengalaman berharga meski peluang untuk melaju jauh sangat tipis.