10 Profesi Baru yang Mendadak Dicari Perusahaan Berkat AI dan Robot
Perkembangan kecerdasan buatan dan robotika ternyata tidak hanya mengancam pekerjaan manusia, tetapi juga melahirkan profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Perusahaan teknologi global kini berlomba mencari talenta untuk posisi-posisi yang bahkan namanya saja masih terdengar asing bagi kebanyakan orang.
Dari data yang dirangkum dari Mercor, setidaknya ada 10 profesi baru yang kini semakin banyak dicari di berbagai negara. Yang menarik, sebagian besar posisi ini tidak mensyaratkan latar belakang teknis tingkat tinggi — beberapa justru membutuhkan kreativitas dan kemampuan komunikasi.
Profesi yang Melatih AI Bicara dengan Manusia
AI Trainer menjadi salah satu posisi yang paling cepat berkembang sejak munculnya chatbot generatif. Tugasnya: melatih sistem AI agar mampu memberikan jawaban yang lebih akurat dan natural saat berinteraksi dengan manusia. Perusahaan global kini banyak membuka peluang kerja remote untuk posisi ini.
Sementara itu, Prompt Engineer — yang sempat viral beberapa tahun lalu — masih tetap dibutuhkan. Profesi ini fokus menyusun instruksi agar AI menghasilkan output optimal. Prompt yang baik bisa menghasilkan tulisan, gambar, atau analisis yang jauh lebih akurat.
Merancang Interaksi Manusia dengan AI
Human AI Interaction Designer bertugas merancang bagaimana AI berbicara dan merespons manusia agar tidak terasa kaku. Profesi ini banyak dibutuhkan dalam pengembangan chatbot dan asisten virtual, menggabungkan unsur teknologi, psikologi, dan desain pengalaman pengguna.
Di sisi operasional, Robot Operations Engineer memastikan robot dapat bekerja dengan baik di lapangan — dari pabrik hingga rumah sakit. Pekerjaan ini termasuk memantau performa, melakukan pemeliharaan, dan menangani kendala operasional.
Governance, Keamanan, dan Etika AI
Penggunaan AI yang semakin luas juga melahirkan AI Governance Lead. Profesi ini memastikan sistem AI digunakan secara aman, transparan, dan sesuai aturan hukum. Posisi ini mulai berkembang di sektor keuangan, kesehatan, hingga perusahaan teknologi besar.
AI Safety Specialist menjadi garda terdepan dalam menguji risiko dan mencegah kesalahan sistem. Profesi ini kini mulai dibutuhkan di sektor kendaraan otonom, robot industri, hingga layanan digital berbasis AI.
Di Balik Layar: Data dan Simulasi
Beberapa profesi baru bekerja di balik layar. Motion Annotation Specialist memberi label pada gerakan tubuh manusia yang nantinya menjadi data pelatihan robot. Robot Data Recorder mengumpulkan dan merekam aktivitas manusia untuk dijadikan data pembelajaran robot humanoid.
Sementara itu, Digital Twin Specialist membuat versi virtual dari mesin atau pabrik untuk kebutuhan simulasi. Teknologi ini memungkinkan perusahaan menguji performa sistem tanpa harus langsung menggunakan mesin asli.
Embodied AI Engineer menjadi profesi yang diprediksi semakin populer di masa depan. Bidang ini fokus menggabungkan AI dengan tubuh fisik robot agar mampu berinteraksi langsung di dunia nyata, termasuk pengembangan robot humanoid dan kendaraan otomatis.
Kehadiran profesi-profesi ini menunjukkan satu hal: meski AI dan robot terus berkembang pesat, manusia tetap memiliki peran sentral dalam dunia kerja masa depan. Yang berubah bukan jumlah pekerjaan, melainkan jenis keterampilan yang dibutuhkan.