Saturday, May 30, 2026
Internasional

Kim Jong Un Pamer Rudal Baru Pakai AI, Mirip Sistem HIMARS AS

Jakarta — Korea Utara kembali mengejutkan dunia internasional dengan memamerkan sistem rudal baru yang memiliki kemiripan mencolok dengan peluncur roket HIMARS milik Amerika Serikat. Pemimpin Kim Jong Un secara langsung mengawasi uji coba senjata tersebut, yang diklaim menggunakan panduan kecerdasan buatan (AI).

Uji coba dilakukan di lokasi rahasia di Korea Utara pada Rabu, 28 Mei 2026. Sistem peluncur berbasis truk ini memiliki kombinasi rudal balistik dan roket artileri yang diarahkan oleh sistem navigasi otonom, menurut laporan media pemerintah KCNA.

Desain Mirip HIMARS, Mekanisme Pengisian Amunisi Sama

Para ahli senjata yang menganalisis foto-foto dari KCNA menyebut konfigurasi dan mekanisme pengisian amunisi sistem baru ini sangat mirip dengan HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) AS. HIMARS sendiri telah dikerahkan Washington ke Ukraina dan Timur Tengah, dikenal mampu menembak lalu berpindah posisi sehingga sulit dilacak drone musuh.

Korea Utara pertama kali memamerkan peluncur serupa saat parade militer tahun lalu. Kini, sistem tersebut sudah diuji coba secara operasional.

Rudal AI Target 60 Mil, Segera Dikerahkan ke Perbatasan

Selain peluncur mirip HIMARS, Kim Jong Un juga memamerkan jenis peluncur berbeda yang menembakkan rudal jelajah taktis. Rudal-rudal ini diklaim menggunakan penargetan terpandai yang didukung kecerdasan buatan dan mampu melakukan serangan “ultrapresisi” pada target apa pun dalam jarak sekitar 60 mil (96 kilometer).

Media pemerintah Korea Utara menyebut rudal-rudal tersebut akan segera dikerahkan di dekat perbatasan dengan Korea Selatan.

“Persenjataannya telah diperbarui agar sesuai dengan peperangan modern dan menanamkan kegelisahan dan ketakutan yang ekstrem pada musuh,” ujar Kim Jong Un seperti dilansir The Wall Street Journal.

Program Senjata Lima Tahun dan Ambisi Ekspor ke Rusia

Pameran kekuatan militer ini merupakan bagian dari rencana persenjataan lima tahun baru Kim, yang mencakup peningkatan kemampuan angkatan laut dan satelit pengintai yang lebih baik. Korea Utara sebelumnya juga mengklaim telah memasukkan AI ke dalam sistem persenjataannya, termasuk roket peluncuran ganda 600mm dan drone bunuh diri.

Menurut Hong Min, peneliti senior Korea Utara di Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul, peluncur mirip HIMARS ini menunjukkan Kim mungkin berupaya menyempurnakan kemampuan garis depan sekaligus meningkatkan prospeknya sebagai pengekspor senjata ke Rusia.

Persenjataan nuklir Korea Utara yang terus bertambah telah berfungsi sebagai pencegah serangan militer dari luar. Namun, pasukan konvensionalnya masih perlu ditingkatkan — dan inilah yang coba ditunjukkan Kim melalui uji coba rudal terbaru ini.