Friday, May 29, 2026
Ekonomi

MPMX Tebar Dividen Rp451 Miliar dalam RUPST 2026, Dividend Yield Capai 16%

Jakarta — PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) resmi membagikan dividen tunai Rp170 per saham kepada seluruh pemegang saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (28/5/2026).

Total nilai distribusi dividen mencapai Rp451,8 miliar, setara dengan dividend yield sebesar 16 persen dari harga saham penutupan Senin (25/5). Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan kinerja keuangan perseroan tetap solid di tengah tekanan industri.

Pendapatan Stabil, Laba Bersih Terkoreksi

Dalam RUPST, MPMX melaporkan kinerja tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun, dengan laba bersih Rp462 miliar.

Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan turun 1 persen dan laba bersih terkoreksi 19 persen. Penurunan ini mencerminkan dinamika industri otomotif dan mobilitas nasional yang masih penuh tantangan — mulai dari pelemahan daya beli masyarakat, tekanan pada pembiayaan kendaraan, hingga normalisasi permintaan di beberapa segmen usaha.

Komitmen Berikan Nilai ke Pemegang Saham

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi.

“Di tengah kondisi industri yang menantang, kami tetap berupaya menjaga kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan. Peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang Perseroan,” kata Suwito di Jakarta.

Disiplin Operasional Jadi Kunci

Meski menghadapi tekanan, MPMX tetap mampu menjaga kinerja usaha yang sehat melalui pendekatan lebih selektif, disiplin, dan adaptif. Perseroan terus berfokus pada efisiensi biaya, pengelolaan risiko yang prudent, serta optimalisasi portofolio bisnis.

Keputusan meningkatkan pembagian dividen tunai tahun ini menjadi sinyal positif bagi investor, mengingat kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih dari dampak perlambatan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.