Thursday, May 28, 2026
Internasional

Warga Israel Murka: IDF Tinggalkan Tentara di Medan Perang Hizbullah

Gelombang kemarahan meledak di Israel utara. Para pemimpin otoritas lokal dan dewan pemukiman di wilayah Kiryat Shmona mengecam keras Kepala Staf IDF Eyal Zamir dan komandan wilayah utara karena dianggap menelantarkan tentara mereka dalam pertempuran melawan milisi Hizbullah di Lebanon selatan.

“Kami mendesak Anda untuk segera mengundurkan diri. Kami tidak tahu bagaimana melindungi tentara kami dan wilayah utara dalam kondisi ini,” demikian pernyataan otoritas daerah yang dikutip media Israel, Selasa (26/5).

Ditinggal di Garis Depan

Kecaman muncul setelah serangan-serangan beruntun Hizbullah terus memakan korban di pihak Israel. Para pemimpin lokal menyatakan bahwa kerugian yang diderita sudah sangat besar dan komando militer tidak menunjukkan strategi yang memadai untuk melindungi pasukan mereka di garis depan.

Lebih jauh, kemarahan juga diarahkan ke pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Para kepala dewan pemukiman menuduh pemerintah telah menjadikan warga Israel utara sebagai “sandera kepentingan Amerika” — merujuk pada dinamika diplomasi AS-Iran yang turut mempengaruhi situasi keamanan di perbatasan Lebanon.

“Sekali lagi kami dibiarkan menghadapi nasib kami sendiri, dan pemerintah telah menghilang,” kata mereka, mengutip laporan Middle East Monitor.

Bayang-Bayang Kesepakatan AS-Iran

Para pejabat lokal juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas kesepakatan damai yang mulai terbentuk antara Amerika Serikat dan Iran. Mereka memperingatkan bahwa setiap perjanjian yang tidak memperhitungkan ancaman Hizbullah di front utara hanya akan memperburuk situasi keamanan Israel.

Yang menambah frustrasi, para walikota dan kepala dewan lokal mengaku belum menerima informasi resmi apapun dari pemerintah Netanyahu mengenai rincian kesepakatan AS-Iran — membuat mereka benar-benar berada dalam kegelapan soal masa depan keamanan wilayah mereka.