Prosesi Pindapata Waisak 2570 BE di Candi Mendut Kumpulkan Ratusan Umat Buddha
Magelang — Ratusan umat Buddha dari berbagai daerah Indonesia berkumpul di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi untuk mengikuti prosesi Pindapata menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era. Ritual ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Waisak tahun ini yang mengambil tempat di kompleks candi peninggalan Dinasti Syailendra tersebut.
Lebih dari 20 Bhikkhu Sangha berjalan kaki membawa mangkuk persembahan atau patra, sementara para umat secara berurutan memberikan persembahan mulai dari makanan pokok, buah-buahan, hingga minuman. Suasana khusyuk terasa di pelataran candi yang berada di kaki Gunung Tidar ini sejak pagi hari.
Tradisi Pindapata di Candi Mendut ini sudah berlangsung selama dua tahun berturut-turut dalam rangka perayaan Waisak. Bagi para Bhikkhu, Pindapata bukan sekadar menerima makanan untuk menjaga fisik, tetapi juga sebagai bentuk memancarkan cinta kasih serta memberikan kesempatan bagi umat untuk menanam kebajikan. Perayaan tahun ini juga menghadirkan atmosfer spesial dengan hadirnya perayaan serupa di berbagai kota besar Indonesia, termasuk instalasi cahaya di Bundaran HI Jakarta.
Ketua Dhammadutta Thailand-Indonesia, YM Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera, menjelaskan makna Pindapata yang menjadi salah satu rangkaian dalam perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era. “Pindapata pada hari ini para Bikkhu Sangha yang ikut acara perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak melakukan acara yang dinamakan Pindapata. Ini adalah cara bagi umat Buddha dapat memberikan persembahan makanan, buah-buahan, minuman dan sebagainya kepada para Bikkhu,” katanya.
Antusiasme umat pada tahun ini juga sangat tinggi. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Magelang dan sekitarnya, melainkan dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Jambi, hingga Medan. Bahkan, beberapa umat sengaja menyiapkan persembahan khusus dari rumah demi bisa berbagi kepada para Bhikkhu Sangha.
Salah seorang umat Buddha, Tara, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi umat untuk menumbuhkan kebajikan melalui persembahan kepada Bhikkhu Sangha. “Pindapata di Candi Mendut sudah berlangsung dua tahun berturut-turut. Melalui kegiatan ini, umat memiliki kesempatan untuk berbuat kebajikan, sementara para Bhikkhu menerima persembahan sebagai bekal untuk menjalankan tugas dan memancarkan cinta kasih kepada semua orang,” katanya. Tradisi ini juga menjadi momen mempererat hubungan antara umat dan Bhikkhu Sangha melalui semangat berbagi dan kepedulian.
Prosesi Pindapata di Candi Mendut ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan membawa pesan perdamaian, terutama dengan hadirnya para Bhikkhu dari berbagai negara yang turut serta merayakan Waisak di Indonesia. Perayaan Waisak tahun ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan spiritual lainnya, termasuk pengambilan air berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, yang sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.
Momentum perayaan Waisak 2570 BE tahun ini menjadi semakin istimewa dengan fenomena langit yang akan menghiasi malam mendatang. Blue Moon yang akan melangit pada 31 Mei 2026 menjadi penutup yang indah bagi rangkaian perayaan sakral umat Buddha di Nusantara.