Friday, May 29, 2026
Ekonomi

Modal Awal Rp100 Juta, Danantara Sumberdaya Indonesia Langsung Dituntut Kejar Profit

Jakarta — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi didirikan pada 18 Mei 2026 lalu dengan modal dasar awal Rp100 juta. Meski belum sepenuhnya beroperasi penuh tahun ini, entitas baru di bawah payung BPI Danantara ini sudah dituntut mengejar keuntungan dari tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa sejak awal pendirian, PT DSI memang dirancang sebagai entitas bisnis yang berorientasi murni pada profit, bukan sekadar lembaga administratif.

“Dari awal karena kebetulan di bawah Danantara, dan namanya Danantara Sumberdaya Indonesia, ide awalnya memang menjadi suatu perusahaan dan perusahaan BUMN yang memang harus profit for profit,” ujar Pandu dalam agenda Investor Daily Round Table, Selasa (26/5/2026).

Ekspor Satu Pintu Tiga Komoditas Utama

Pada tahap awal operasionalnya, PT DSI memfokuskan lini bisnis pada skema jual-beli komoditas strategis yang masuk dalam sistem ekspor satu pintu. Tiga komoditas utama yang menjadi target adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy.

“Fokus kami tadi sesuai dengan mandat ya, kita membeli dan terus menjual. Hal-hal yang lain di luar itu belum bisa kami diskusikan karena kita perlu menjalani terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan berbicara juga dengan sektor swasta soal ini,” jelas Pandu.

Mengingat PT DSI baru berumur jagung, Pandu menyebutkan ekspansi tugas dan operasional perusahaan akan dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak kehilangan fokus arah bisnisnya.

“Jadi biar jelas saja. Dari sisi PT DSI sendiri, ini namanya ‘you cannot get all three on one go’. Semuanya selangkah demi selangkah. Jadi awalnya menjadi agent of business dahulu,” tambahnya.

Manajemen diisi Mantan Direktur Vale dan Mandiri Sekuritas

Berdasarkan data dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, PT Danantara Sumberdaya Indonesia bermarkas di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Modal dasar awal DSI tercatat sebesar Rp100 juta, yang terbagi atas 399 lembar saham seri A senilai Rp99.750.000 dan 1 lembar saham seri B senilai Rp250.000.

Komposisi kepemilikan sahamnya ditempatkan kepada PT Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang 99 lembar saham seri A, sementara saham seri B dipegang penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang kendali utama.

Saat ini pemegang saham mempercayakan posisi Direktur Utama kepada Luke Thomas Mahony, yang merupakan mantan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Sementara posisi Komisaris Utama diisi oleh Harold Jonathan Dharma TJ, bankir investasi senior yang pernah menjabat Direktur Mandiri Sekuritas.

Pandu membandingkan linimasa DSI dengan pertumbuhan organik BPI Danantara yang melesat dalam setahun terakhir. “Kita mulai Februari [2025] dengan 3 orang. Akhir Maret sudah 30 orang. Sekarang, setahun kemudian 450 orang. Saya rasa linimasanya serupa, mungkin [PT DSI] bisa sedikit lebih cepat,” kata Pandu optimistis.

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp 17.854 Saat Lembaga Pemeringkat Soroti Kebijakan DSI