Menkes Budi Bagi Tips Olah Daging Kurban: Protein Setara Whey, Jangan Langsung Habis
Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong masyarakat memanfaatkan daging kurban dari momen Iduladha sebagai sumber protein hewani berkualitas. Lewat program Budi Gemar Sharing (BGS) di kanal Instagram resminya, Budi memaparkan fakta nutrisi daging sapi dan kambing yang kerap disepelekan.
Setiap 100 gram daging sapi ternyata mengandung sekitar 26 gram protein — jumlah yang menurut Budi setara dengan suplemen whey protein berharga jutaan rupiah.
Leucine, Asam Amino Kunci Pembentukan Otot
Budi menjelaskan daging merah kaya akan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh sendiri. Salah satunya adalah leucine, zat yang berperan krusial dalam merangsang pembentukan otot. Bagi mereka yang rutin berolahraga atau dalam masa pemulihan pascaaktivitas berat, daging kurban jadi asupan strategis.
“Daging kurban itu berkahnya besar sekali, karena protein yang ada di dalamnya setara dengan whey protein yang harganya jutaan rupiah itu,” ujar Budi.
“Daging kambing dan daging sapi ini sangat dibutuhkan tubuh karena mengandung banyak asam amino yang tidak bisa diproduksi tubuh kita sendiri.”
Jangan Habisikan Sehari, Bagi ke Porsi Kecil
Budi juga mengingatkan masyarakat agar bijak mengelola daging kurban yang diterima. Daging seberat satu kilogram sebaiknya tidak langsung dihabiskan dalam satu kali masak, melainkan dibagi ke beberapa porsi kecil untuk dikonsumsi selama beberapa hari.
“Kalau dikasih daging kurban sekitar satu kilogram, jangan dihabiskan semua. Dibagi menjadi porsi-porsi yang lebih kecil supaya bisa dimasak untuk beberapa hari.”
Menurut Budi, kelompok yang paling rentan mengalami kekurangan protein hewani di Indonesia adalah ibu rumah tangga, remaja putri, dan lansia.
“Mereka adalah kelompok yang paling sering kekurangan protein hewani di Indonesia.”
Lebih dari Sekadar Berbagi
Budi menegaskan Iduladha bukan sekadar momen berbagi daging dengan sesama, tetapi juga kesempatan emas untuk memperbaiki kualitas gizi keluarga. Pembagian daging kurban, menurutnya, menjadi cara paling mudah dan murah untuk meningkatkan konsumsi protein hewani berkualitas.
“Idul Adha itu bukan cuma soal berbagi daging dengan sesama. Buat kesehatan tubuh kita, ini adalah sebuah momentum berharga untuk upgrade asupan protein paling murah yang hadir setahun sekali.”
Baca juga: Bedah Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M: Kenapa Harga Per Ekor Tembus Rp91 Juta?
