Arsenal Siap Hancurkan PSG di Budapest, Arteta: Kami Ingin Dua Gelar Musim Ini
Jakarta — Arsenal memasuki final Liga Champions 2026 dengan bekal yang berbeda dari musim-musim sebelumnya. Bukan lagi tim yang identik dengan permainan indah namun rapuh di belakang gawang, The Gunners kini tampil sebagai mesin pertahanan yang nyaris tak tertembus. Mikel Arteta berhasil mentransformasi skuadnya menjadi kandidat serius penakluk Eropa.
Pertandingan puncak di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, akan mempertemukan Arsenal melawan Paris Saint-Germain pada Sabtu 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB. PSG datang dengan status salah satu tim paling menakutkan di Eropa musim ini. Permainan cepat, agresif, dan penuh kreativitas dari tim asuhan Luis Enrique membuat mereka tampil dominan sepanjang kompetisi.
Namun Arsenal bukan lagi tim yang mudah goyah. Di bawah mistar, David Raya tampil luar biasa sepanjang perjalanan klub London Utara menuju final. Kiper asal Spanyol itu menjadi sosok penting di balik sembilan clean sheet yang diraih Arsenal selama fase knockout hingga laga puncak. Keputusan Arteta mendatangkan Raya sempat dipertanyakan pada awal kedatangannya, namun kini langkah tersebut menjadi bagian penting dari transformasi Arsenal menjadi kandidat juara Eropa.
Kekuatan Arsenal semakin lengkap dengan duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan. Saliba menghadirkan ketenangan serta kemampuan membaca permainan, sedangkan Gabriel tampil agresif dan kuat dalam duel fisik maupun bola udara. Bek asal Brasil itu bahkan menjadi penyelamat Arsenal saat semifinal. Intervensi krusial Gabriel sukses menggagalkan peluang Giuliano Simeone yang nyaris menyamakan kedudukan untuk Atletico Madrid.
“Dalam pertandingan besar selalu ada momen ajaib yang harus diciptakan seseorang, dan Gabriel kembali melakukannya,” kata Arteta dikutip Reuters.
Tidak hanya bertahan, Arsenal juga punya mesin tempur di lini tengah bernama Declan Rice. Gelandang timnas Inggris itu menjadi nyawa permainan The Gunners musim ini. Rice dikenal memiliki stamina luar biasa, kemampuan memutus serangan lawan, hingga akurasi bola mati yang sering menjadi pembeda. Nilai transfernya yang mencapai 105 juta poundsterling kini terasa sepadan dengan kontribusi yang ia berikan. Musim ini Rice hampir tak pernah absen. Ia menjadi salah satu pemain dengan menit bermain terbanyak di skuad Arsenal.
“Ini final, apa pun bisa terjadi. Kami akan siap. Kami ingin meraih dua gelar musim ini,” ujar Rice.
Di lini depan, Viktor Gyokeres diprediksi menjadi andalan Arsenal untuk membongkar pertahanan PSG. Meski jumlah golnya di Liga Champions belum sebanyak bintang PSG Khvicha Kvaratskhelia, peran Gyokeres dalam sistem permainan Arsenal sangat vital. Striker asal Swedia itu menjadi pemain pertama yang memulai tekanan tinggi kepada lawan. Intensitas pressing Arsenal bahkan mendapat pujian langsung dari Luis Enrique.
Pelatih PSG itu menyebut Arsenal sebagai “tim terbaik di dunia tanpa bola” karena disiplin dan agresivitas mereka saat menekan lawan. Pujian dari lawan sekelas Enrique tentu menjadi bukti bahwa transformasi yang dilakukan Arteta berjalan sempurna.
Legenda Arsenal, Arsene Wenger, juga melihat perubahan besar dalam karakter permainan mantan klubnya. Jika dahulu Arsenal identik dengan permainan indah namun rapuh di belakang, kini mereka justru dikenal karena organisasi pertahanan yang sangat disiplin. Wenger menegaskan bahwa clean sheet adalah kunci di final.
“Kekuatan utama Arsenal sekarang adalah kemampuan mereka menjaga clean sheet. Dalam pertandingan final, itu sangat penting,” ujar Wenger kepada UEFA.
Kedua tim sama-sama mengincar gelar Eropa pertama mereka di era modern. PSG belum pernah merasakan gelar Liga Champions, sementara Arsenal terakhir kali menjuarai kompetisi ini pada 1994. Duel ini menjadi ajang penebusan bagi kedua klub yang sudah lama menantikan momen kejayaan di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Buat Arsenal, laga ini juga menjadi pembuktian bahwa mereka bisa melangkah lebih jauh dari sekadar juara domestik. Setelah sukses mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris, pasukan Arteta kini memburu pencapaian yang lebih besar: menaklukkan Eropa. Dengan pertahanan kokoh dan mental juara yang teruji, The Gunners siap menghadapi PSG di final yang dipastikan berlangsung panas. Kemenangan di Budapest akan melengkapi musim yang luar biasa bagi klub asal London Utara tersebut, setelah sebelumnya pengalaman di kompetisi besar menjadi bekal berharga bagi banyak pemain muda.