Saturday, May 30, 2026
Olahraga

Fonseca Taklukkan Djokovic di Roland Garros 2026, Raih Kemenangan Bersejarah

Joao Fonseca mencatatkan momen bersejarah di Roland Garros 2026 setelah petenis muda asal Brazil itu menumbangkan legenda hidup tenis dunia, Novak Djokovic, dalam pertandingan yang berlangsung empat jam lima puluh tiga menit di Court Philippe-Chatrier, Paris, Jumat waktu setempat.

Petenis berusia 19 tahun itu harus berjuang habis-habisan sebelum akhirnya mengklaim kemenangan 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5 atas petenis unggulan ketiga asal Serbia tersebut. Kemenangan ini menjadi kemenangan keduanya atas petenis peringkat 10 besar, setelah sebelumnya menaklukkan Andrey Rublev di Australian Open musim 2025.

“Saya sebenarnya tidak percaya saya bisa menang,” aku Fonseca usai pertandingan. “Saya hanya bermain, saya hanya menikmati berada di lapangan. Sungguh menyenangkan dan idola luar biasa yang kita miliki. Merupakan suatu kehormatan bisa bertanding melawannya di lapangan.”

Situasi sempat tampak berpihak pada Djokovic ketika petenis berusia 38 tahun itu berhasil membangun keunggulan 3-1 di set kelima. Namun, Fonseca yang tak pernah menyerah justru bangkit dengan memenangkan enam dari delapan game terakhir untuk merebut tiket ke babak keempat Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Pertandingan ini menjadi salah satu yang terbaik dalam dua pekan terakhir di Roland Garros. Fonseca, yang sempat tertinggal dua set awal, menunjukkan ketangguhan luar biasa ketika ia harus berjuang dari jurang kekalahan di set keempat. Tertinggal 3-4 dengan skor 15/40 saat melakukan servis, petenis muda itu justru berhasil mengamankan kedua peluang break point dan membalikkan keadaan.

Faktor kondisi cuaca juga berperan penting dalam jalannya pertandingan. Fonseca mengakui bahwa cuaca yang semakin dingin di penghujung hari justru menguntungkannya karena bisa menghasilkan pukulan yang lebih bertenaga.

“Saya tidak memikirkan tentang kondisi yang berubah,” tutur Fonseca. “Saya hanya berusaha memukul bola secepat mungkin. Maksud saya, ia tidak melewati banyak hal. Kami berpikir ia masih berusia 20 tahunan. Di akhir pertandingan, saya pikir ia lebih bugar daripada saya, itu gila.”

“Tetapi saya merasa ketika hari semakin gelap, kondisinya sedikit lebih lambat dan bagi saya itu lebih baik karena saya bisa menghasilkan lebih banyak kekuatan, pastinya. Di awal, saya sedikit kewalahan dengan panasnya, karena saat saya menyentuh bola, bola langsung melenceng. Kemudian setelah itu, saya merasa lebih baik.”

Kekalahan ini semakin memperpanjang catatan buruk Djokovic di Grand Slam musim ini. Petenis Serbia itu sebelumnya juga harus tersingkir di tangan Carlos Alcaraz di final Australian Open 2026. Dengan tersingkirnya petenis peringkat 1 dunia Jannik Sinner di babak kedua, undian French Open musim ini menjadi yang paling terbuka dalam beberapa musim terakhir.

Dengan kemenangan ini, Fonseca akan menantang petenis unggulan ke-15, Casper Ruud di babak keempat. Ruud sendiri harus berjuang habis-habisan untuk melumpuhkan petenis unggulan ke-24, Tommy Paul dengan skor 4-6, 6-7, 6-4, 7-6, 7-5 dalam pertandingan yang juga berlangsung lima set.

Keberhasilan Fonseca menumbangkan Djokovic menjadi bukti bahwa era baru tenis dunia sudah dimulai. Generasi muda seperti Fonseca, yang juga disandingkan dengan Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, menunjukkan bahwa mereka siap untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan dari para veteran.

Dunia tenis kini menantikan aksi Fonseca di babak keempat Roland Garros. Apakah petenis muda Brazil itu mampu melanjutkan petualangan sensasionalnya di turnamen Grand Slam kedua dalam kariernya? Pertandingan melawan Ruud akan menjadi ujian berat lainnya bagi Fonseca.