Saturday, May 30, 2026
Olahraga

Jay Idzes Masuk 5 Besar Bek Asia Termahal, Harga Pasar Meroket Usai Serie A 2025/2026

Jakarta — Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes resmi masuk jajaran lima bek Asia dengan harga pasar atau market value tertinggi seusai Serie A 2025/2026 berakhir. Pemain Sassuolo berusia 25 tahun itu kini menempati urutan keempat dalam daftar bergengsi tersebut.

Performa konsisten Idzes sepanjang musim jadi kunci di balik lonjakan nilainya. Dari 10 juta euro pada akhir 2025, harga pasar pemain kelahiran 27 Oktober 2000 itu meroket menjadi 14 juta euro per Mei 2026.

Dalam 35 pertandingan bersama Sassuolo musim ini, Idzes hanya absen tiga kali. Catatan apik itu menegaskan posisinya sebagai salah satu bek paling andal di Serie A sekaligus wakil Indonesia di pentas Eropa. Peningkatan ini juga menunjukkan bagaimana konsistensi di liga top Eropa langsung berdampak pada apresiasi pasar transfer global terhadap pemain Asia Tenggara.

Meski demikian, Idzes bukan yang termahal di antara bek-bek Asia. Abdulkodir Khusanov dari Uzbekistan, yang membela Manchester City, memimpin daftar dengan harga pasar 35 juta euro. Di bawah Khusanov ada Kim Min-jae (Korea Selatan, Bayern Munich) seharga 20 juta euro, diikuti Hiroki Ito (Jepang, Bayern Munich) di 18 juta euro.

Idzes sendiri berada di urutan keempat, unggul dua juta euro dari Ko Itakura (Jepang, Borussia Monchengladbach) yang melengkapi lima besar. Capaian ini memperkuat reputasi pemain Indonesia di kancah sepak bola premium dunia.

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Sebelumnya, Idzes juga dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam ajang PSSI Award 2026 di Jakarta pada Maret lalu. Pengakuan itu datang bersamaan dengan performa gemilangnya yang terus menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Ke depan, banyak pihak berharap langkah Idzes bisa membuka jalan bagi lebih banyak pemain Indonesia untuk berkiprah di kompetisi Eropa.

Sementara itu, posisi Idzes di Timnas Indonesia sempat jadi sorotan karena ia absen dari skuad terbaru untuk FIFA Matchday. Rizky Ridho disiapkan sebagai kapten pengganti. Namun absennya itu bukan karena penurunan performa, melainkan kebutuhan pemulihan cedera setelah musim panjang yang melelahkan bersama Sassuolo.

Kisah Idzes dari pemain muda Indonesia yang merantau ke Eropa hingga masuk lima besar bek termahal Asia menjadi inspirasi tersendiri. Perjalanan karier yang ia tempuh menegaskan bahwa potensi besar ada pada pemain-pemain diaspora Indonesia yang berani mengambil tantangan di liga-liga top benua biru. Kontribusi mereka tidak hanya mengangkat nama individu, tapi juga meningkatkan citra sepak bola Indonesia di mata dunia.

Dengan usia yang masih relatif muda dan karier yang terus menanjak, Idzes berpeluang besar menembus tiga besar dalam beberapa musim mendatang. Langkahnya patut ditunggu, terutama menjelang gelaran Piala Dunia 2026 yang semakin dekat. Di sisi lain, peran Idzes di timnas tetap tak tergantikan meski sesekali absen karena faktor fisik.