Bestari Barus Minta Jokowi Segera Deklarasi Publik Gabung PSI
Jakarta — Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mendesak Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk segera menyampaikan deklarasi publik bahwa ia resmi bergabung dengan partai berlambang bintang itu. Bestari ingin pengumuman itu disampaikan Jokowi saat blusukan ke sejumlah daerah dalam waktu dekat.
Bestari mengungkapkan harapannya kepada media, Jumat (29/5). Ia menegaskan bahwa Jokowi perlu menyatakan secara terbuka status keanggotaannya di PSI, terutama setelah sebelumnya tercatat sebagai kader PDIP selama bertahun-tahun.
“Dan kepada masyarakat, kami juga menitipkan kepada Pak Jokowi, agar menyatakan bahwa sudah di PSI, dan tidak lagi di partai PDIP yang lama,” kata Bestari kepada CNN Indonesia, Jumat (29/5).
Bestari menjelaskan bahwa selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, Jokowi tidak pernah menyatakan dukungan terhadap partai manapun termasuk PSI. Hal ini membuat coattail effect Jokowi tersebar ke sejumlah partai dan tokoh politik. Kini, setelah dukungan dinyatakan secara terbuka dalam kongres maupun rakernas, banyak pihak yang mengumumkan diri bergabung dengan PSI.
Kebijakan politik pasca-Orde Baru memang kerap menimbulkan dinamika baru di panggung koalisi pemerintahan. Seperti halnya kebijakan Prabowo terkait Perpres Lemigas sebagai BLU impor minyak dan LPG, manuver politik elite sering kali membawa dampak signifikan bagi konfigurasi kekuasaan.
“Dan Alhamdulillah itu pasti akan memperkuat PSI, kalau dikatakan tidak terasa perubahannya, saya kira tidak juga seperti itu,” ucapnya.
Menurut keterangan Bestari, Jokowi dalam waktu dekat akan melakukan blusukan ke tiga daerah, yakni Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sumatra Barat. Kunjungan itu akan dimulai pada akhir Juni mendatang. Selama kegiatan ini, Bestari berharap Jokowi juga akan menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Perjalanan panjang politik Jokowi sejak menjabat presiden hingga kini bergabung dengan PSI menjadi catatan tersendiri dalam sejarah politik Indonesia. Penguatan simbol kebangsaan melalui perayaan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum penting bagi para elit untuk menegaskan komitmen mereka terhadap ideologi negara.
Dalam keterangan terpisah, Ketua Umum Relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, memastikan blusukan Jokowi ini dilakukan demi PSI, bukan untuk memperkuat posisi politik putranya, Gibran.
“Enggak ada (kaitan dengan Gibran). Ini pure (murni) untuk PSI. Bagaimana memperkuat PSI, calon DPR RI, DPRD tingkat kabupaten, kota dan provinsi,” kata Relly usai menemui Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/5).
Kuota anggota PSI memang terus bertambah sejak deklarasi dukungan Jokowi. Partai yang berdiri sejak 2014 ini berharap kehadiran tokoh sekaliber Jokowi dapat mengangkat elektoral mereka di Pemilu 2029. Di sisi lain, manuver ini juga menjadi bagian dari semangat Pancasila sebagai fondasi perdamaian dan pemersatu bangsa yang terus digaungkan oleh pemerintahan saat ini.