Saturday, May 30, 2026
Politik

Prabowo dan Macron Resmi Adopsi Deklarasi Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis

Jakarta — Indonesia dan Prancis resmi mengadopsi deklarasi bersama di bidang pendidikan tinggi, riset, dan mobilitas akademik selama kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Paris. Kesepakatan ini menjadi salah satu poin strategis dari serangkaian pertemuan bilateral yang digelar sejak Selasa (26/5/2026).

Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Emmanuel Macron di Les Invalides, Paris, pada Kamis (28/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan bahwa pendidikan tinggi dan penelitian menjadi prioritas utama kerja sama bilateral kedua negara.

“Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Kolaborasi ini mencakup perluasan pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan riset unggulan, hingga penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi. Kedua negara juga menyambut penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang akan digelar di Angers, Prancis, pada Juli 2026.

Forum tersebut menjadi wadah merumuskan inisiatif konkret untuk memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, pusat riset, industri, serta ekosistem inovasi kedua negara. Tak hanya itu, Indonesia dan Prancis juga menempatkan penguatan inovasi sebagai agenda strategis melalui penyelenggaraan France–Indonesia Year of Innovation 2026.

Selain aspek pendidikan, Prabowo dan Macron turut membahas penguatan di bidang pertahanan. Macron menyoroti kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai bukti nyata hubungan strategis yang terus berkembang. Indonesia sendiri telah berkomitmen mengakuisisi 42 jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis.

“Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini,” tutur Macron.

Di samping itu, kedua negara juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas di Timur Tengah. Macron memuji langkah Prabowo yang aktif turut serta menjaga perdamaian kawasan, termasuk dukungan terhadap pengakuan Palestina. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berpandangan solusi dua negara atau two state solution bagi Palestina menjadi kunci perdamaian di kawasan.

“Saya gembira Prancis adalah salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan di Barat mendukung solusi dua negara, kemerdekaan Palestina,” ujar Prabowo.

Kunjungan ini juga meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC) yang mempertemukan sekitar 30 pimpinan industri dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$1,3 triliun. Dari forum bisnis tersebut, empat kesepakatan komersial baru senilai US$3,5 miliar berhasil diraih, difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut pembentukan FI-HLBC sebagai tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Forum ini ditargetkan mampu meningkatkan perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat,” ujar Rosan.

Kunjungan Prabowo ke Prancis tahun ini merupakan yang ketiga kalinya. Delegasi yang turut mendampingi antara lain putra Presiden Didit Hediprasetyo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar.