Saturday, May 30, 2026
Politik

Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Dipastikan Siap, Prabowo Pimpin Langsung di Gedung Pancasila

Jakarta — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengumumkan kesiapan penuh menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni mendatang. Upacara nasional rencananya akan digelar di lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin pukul 10.00 WIB.

Tahun ini, peringatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa tema ini memperkuat posisi Pancasila bukan hanya sebagai perekat bangsa, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia bagi perdamaian global.

“Momen peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen kita bersama bahwa Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Yudian, Jumat, 29 Mei 2026.

Sebelumnya, BPIP telah merilis tema resmi peringatan tahun ini yang menyoroti relevansi Pancasila dalam konteks dunia yang semakin kompleks. Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 menjadi acuan pelaksanaan upacara di seluruh instansi pemerintah, mulai dari lembaga negara, kementerian, TNI/Polri, hingga pemerintah daerah dan institusi pendidikan.

Presiden Republik Indonesia dijadwalkan hadir langsung sebagai inspektur upacara. Wakil Presiden beserta jajaran Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo turut hadir, diampingi mantan presiden dan wakil presiden serta sejumlah tokoh nasional. Dalam susunan acara, Ketua MPR akan membacakan teks Pancasila, Ketua DPD membacakan Pembukaan UUD 1945, sementara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memimpin pembacaan doa.

“Kami mengajak kepada seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, sampai tingkat desa untuk menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara serentak,” katanya.

BPIP juga menyiapkan formasi khusus Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bernama “Formasi Pancasila”. Formasi ini terdiri dari lima kelompok yang masing-masing melambangkan satu sila dalam Pancasila. Sementara itu, tamu undangan diwajibkan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap bagi pria dan pakaian nasional bagi wanita, serta PDU III bagi anggota TNI/Polri.

Yudian menutup keterangannya dengan ajakan kepada seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kebijakan pemerintah terkait ASN seperti perpanjangan WFH bagi Aparatur Sipil Negara menunjukkan bahwa nilai-nilai efisiensi dan kebersamaan terus diupayakan dalam tata kelola pemerintahan. Langkah BPIP ini menjadi penegas bahwa semangat Pancasila terus dihidupkan melalui berbagai kebijakan dan peringatan nasional.