Friday, May 29, 2026
Teknologi

Ilmuwan Akhirnya Tahu Alasan T-Rex Tangannya Kecil Walau Kepala Besar

Jakarta — Selama lebih dari satu abad, para paleontolog mempertanyakan mengapa Tyrannosaurus rex, salah satu predator paling mengerikan dalam sejarah Bumi, justru memiliki lengan yang sangat kecil. Kini, sebuah studi terbaru memberikan jawaban yang mengejutkan.

Penelitian yang dipimpin ilmuwan dari University College London (UCL) dan University of Cambridge ini menganalisis 82 spesies theropoda — kelompok dinosaurus berkaki dua yang sebagian besar merupakan karnivora. Hasilnya, mereka menemukan bahwa penyusutan lengan depan terjadi secara terpisah pada sedikitnya lima kelompok dinosaurus, termasuk tyrannosauridae yang menjadi keluarga T-Rex.

Kepala Mengambil Alih Peran Lengan

Penulis utama penelitian, Charlie Roger Scherer, menjelaskan temuan kunci dari riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B ini.

“Kami ingin memahami apa yang mendorong perubahan ini dan menemukan hubungan kuat antara lengan pendek dengan kepala besar dan sangat kuat. Kepala mengambil alih fungsi lengan sebagai alat menyerang. Ini adalah kasus ‘use it or lose it’, lengan tidak lagi berguna dan ukurannya mengecil seiring waktu,” jelas Scherer.

Perubahan ini kemungkinan dipicu munculnya dinosaurus herbivora raksasa seperti sauropoda. Predator purba dinilai lebih efektif menggunakan rahang kuat untuk menyerang dibanding mencoba mencengkeram mangsa raksasa dengan cakar.

“Menyerang dan menahan sauropoda raksasa dengan rahang mungkin jauh lebih efektif,” lanjut Scherer.

T-Rex Pemilik Tengkorak Paling Kokoh

Tim peneliti juga mengembangkan metode baru untuk mengukur kekuatan tengkorak dinosaurus, mempertimbangkan kekuatan gigitan, bentuk tengkorak, dan struktur tulang. Dari hasil pengukuran itu, T-Rex tercatat sebagai dinosaurus dengan tengkorak paling kokoh dalam penelitian. Posisi berikutnya ditempati Tyrannotitan, predator raksasa yang hidup di wilayah Argentina modern lebih dari 30 juta tahun sebelum T-Rex.

Tim ilmuwan menduga kondisi tersebut memicu apa yang disebut sebagai “perlombaan senjata evolusi” — predator terus mengembangkan rahang dan tengkorak lebih kuat untuk menaklukkan mangsa herbivora yang ukurannya semakin besar.

Temuan menarik lainnya, tidak semua dinosaurus berlengan kecil memiliki ukuran tubuh raksasa. Majungasaurus misalnya, hanya berbobot sekitar 1,6 ton atau seperlima berat T-Rex, tetapi tetap memiliki tengkorak kokoh dan lengan yang sangat kecil. Ini memperkuat argumen bahwa lengan kecil bukan sekadar efek dari tubuh yang makin besar, melainkan hasil evolusi spesifik terkait strategi berburu.