Oliver Glasner Bawa Crystal Palace Juara Liga Konferensi Eropa, Ini Pesan Perpisahan
Jakarta — Crystal Palace mengukir sejarah baru setelah menjuarai Liga Konferensi Eropa musim 2025/26. Kemenangan ini sekaligus menjadi perpisahan manis bagi manajer Oliver Glasner yang memutuskan hengkang dari Selhurst Park.
Gol tunggal Jean-Philippe Mateta pada babak kedua memastikan Crystal Palace menundukkan Rayo Vallecano 1-0 di partai final yang digelar di Leipzig, Rabu (27/5/2026). Trofi Eropa pertama dalam sejarah klub ini menjadi penutup sempurna bagi dua tahun kepemimpinan Glasner.
Glasner Pamit dengan Trofi di Tangan
Pelatih asal Austria itu mengumumkan keputusan mundur sejak Januari lalu. Namun ia memilih menuntaskan musim terlebih dahulu demi menebus kekecewaan musim lalu ketika hak Palace di kompetisi Eropa dicabut akibat pelanggaran aturan kepemilikan multiklub.
“Saya bahkan tidak percaya ini adalah pertandingan terakhir saya. Saya mengambil keputusan ini [untuk meninggalkan Palace]. Ini adalah bab yang bagus untuk dibaca di buku Crystal Palace, tetapi bab-bab lain akan menyusul,” ujar Glasner selepas pertandingan.
“Saya katakan kepada para pemain, ambillah sekarang apa yang layak kalian dapatkan setelah memenangkan Piala FA. Itu [Liga Europa] tertunda satu tahun. Klub, penggemar, dan pemain mendapatkan apa yang layak mereka dapatkan. Terkadang, Anda harus mengambil jalan memutar, dan sekarang Crystal Palace berada di tempat yang seharusnya.”
Dua Trofi dalam Dua Musim
Kesuksesan mengoleksi dua trofi mayor selama dua tahun kepemimpinan Glasner dinilai sebagai buah dari kedisiplinan tinggi yang diterapkan di lapangan. Pelatih berusia 51 tahun itu mengaku sangat menuntut kesempurnaan dari para pemainnya.
“Mereka harus bekerja sangat keras dan saya pikir setiap pemain akan memberi tahu Anda bahwa saya sangat menuntut. Jadi jika hal-hal tidak berjalan seperti yang saya pikirkan, atau jika pemain mungkin menurunkan standar sebesar satu atau 2%, saya tidak bisa menerimanya.”
Adam Wharton Bermain dengan Penahan Rasa Sakit
Kekuatan mentalitas skuad Glasner juga tercermin dari perjuangan gelandang muda Adam Wharton. Meski sempat diragukan tampil akibat cedera, ia justru menjadi kreator lahirnya gol kemenangan melalui sepakan kerasnya yang membentur kiper.
“Ada banyak keraguan [apakah saya akan bermain]. Hampir sepanjang waktu kaki saya hanya dimasukkan ke dalam kotak es selama beberapa hari terakhir, hanya mencoba meredakan pembengkakan dan semacamnya.”
Glasner yang menukangi Palace sejak 2024 juga mengucapkan terima kasih kepada awak media Inggris dalam konferensi pers perpisahannya. “Konferensi pers [terakhir] dan saya ingin berterima kasih kepada Anda, terutama semua [jurnalis] Inggris yang mungkin hadir di semua 120 konferensi pers.”