Gubernur California Umumkan Pajak 100% atas Dana Gelap Trump Senilai Rp29 Triliun
Jakarta — Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan rencana kontroversial untuk mengenakan pajak 100% terhadap dana senilai hampir US$1,8 miliar milik pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Langkah ini merupakan eskalasi terbaru dalam pertempuran politik antara negara bagian terbesar di AS tersebut dengan pemerintah federal.
“Satu hal yang menurut saya akan kita coba lakukan… adalah mengenakan pajak 100%. Siapa pun dari California yang menerima dana tersebut, kami ingin mengenakan pajak 100% dari hasil tersebut dan itu adalah tindakan yang dapat diambil oleh negara bagian California,” kata Newsom seperti dikutip dari Reuters. “Ini adalah tindakan yang ingin kami ambil.”
Dana Rp29 Triliun yang Disebut “Dana Gelap”
Kantor pers gubernur menggambarkan dana sebesar US$1,776 miliar tersebut sebagai “dana gelap.” Angka ini bukan kebetulan — merujuk pada tahun kemerdekaan AS, 1776. Dana tersebut diumumkan pekan lalu sebagai bagian dari penyelesaian hukum Trump dengan Internal Revenue Service (IRS) setelah ia menggugat lembaga tersebut karena laporan pajaknya bocor ke media.
Penyelesaian ini menuai kritik tajam karena mengandung klausul yang “selamanya melarang” IRS untuk mengaudit klaim pajak masa lalu oleh Trump, kerabatnya, dan seluruh bisnisnya. Partai Demokrat dan sejumlah anggota Partai Republik mempertanyakan legalitas ketentuan tersebut.
Kompensasi untuk Terdakwa 6 Januari?
Yang memicu kemarahan Newsom adalah potensi penggunaan dana tersebut untuk mengompensasi lebih dari 1.500 terdakwa kasus kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol yang telah diampuni oleh Trump. Beberapa di antaranya kini mulai menghitung biaya penuntutan, hukuman penjara, dan kerugian bisnis mereka.
“(Dana tersebut) berpotensi memberikan kompensasi kepada seseorang yang menyerang petugas polisi, mengakui kesalahannya, dihukum, diampuni, dan sekarang kita akan membayar mereka untuk itu? Itu tidak masuk akal,” kata Senator Partai Republik Thom Tillis dari Carolina Utara.
Dua petugas polisi yang membela Gedung Capitol dari perusuh pada 6 Januari 2021 juga telah mengajukan tantangan hukum terhadap penyelesaian ini. Langkah Newsom sendiri belum pernah terjadi sebelumnya dan masih menunggu kejelasan soal kapan pajak tersebut akan mulai diberlakukan. Gedung Putih dan Departemen Kehakiman belum menanggapi permintaan komentar terkait rencana ini.