Friday, May 29, 2026
Religi

Hari Tasyrik 2026: Larangan Berpuasa dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan

Jakarta — Umat Islam memasuki Hari Tasyrik, tiga hari penuh keberkahan setelah Idul Adha. Tahun ini, Hari Tasyrik jatuh pada 28 hingga 30 Mei 2026, bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Nama “Tasyrik” berasal dari kata syuruq yang merujuk pada terbitnya matahari atau proses pengeringan daging kurban di bawah sinar matahari. Hari-hari ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperbanyak dzikir, bersyukur atas rezeki, dan menikmati kebersamaan bersama keluarga.

Larangan Utama: Berpuasa Haram pada Hari Tasyrik

Larangan paling tegas selama Hari Tasyrik adalah berpuasa. Rasulullah SAW secara khusus menetapkan hari-hari ini sebagai “hari makan dan minum serta dzikir kepada Allah”.

Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”

Hadits lain dari Ibnu Umar memperjelas bahwa tidak ada keringanan puasa pada hari-hari ini kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban. Ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa berpuasa pada Hari Tasyrik hukumnya haram.

Tujuan larangan ini agar umat Islam benar-benar menikmati daging kurban dan bersyukur atas limpahan rezeki dari Allah SWT. Hari Tasyrik bukan waktunya menahan lapar, melainkan waktunya merayakan nikmat.

Amalan yang Dianjurkan Selama Hari Tasyrik

Selain mengetahui larangan, umat Muslim juga perlu memahami amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama Hari Tasyrik berlangsung.

Pertama, memperbanyak takbir. Takbir muqayyad dilakukan setelah shalat fardhu, dimulai dari Subuh 9 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah. Bacaannya: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd.

Kedua, menyembelih kurban. Bagi yang mampu, penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan hingga akhir Hari Tasyrik. Ketiga, makan, minum, dan berbagi. Nikmati daging kurban bersama keluarga serta bagikan kepada yang membutuhkan.

Keempat, memperbanyak dzikir dan doa. Baik saat makan, minum, maupun setelah shalat, dzikir menjadi napas utama Hari Tasyrik.

Hindari Aktivitas yang Melalaikan

Meski tidak secara tegas diharamkan, umat Islam tetap dianjurkan menghindari aktivitas duniawi yang berlebihan dan melalaikan dari dzikir. Hari Tasyrik adalah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sibuk dengan urusan dunia yang melalaikan.

Dengan memahami larangan dan amalan Hari Tasyrik, umat Muslim dapat menjalani tiga hari penuh berkah ini sesuai tuntunan syariat. Selamat menjalani Hari Tasyrik, semoga seluruh ibadah diterima Allah SWT.