beskem.id

Portal Berita Independen Indonesia

beskem.id

Portal Berita Independen Indonesia

EnergiTeknologi

Meta PHK 8.000 Karyawan, Zuckerberg Beri Dua Janji untuk yang Bertahan

Meta kembali mengguncang industri teknologi dengan gelombang pemutusan hubungan kerja terbaru. CEO Mark Zuckerberg mengonfirmasi pemecatan terhadap 8.000 karyawan—setara 10 persen dari total tenaga kerja perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu.

Kabar pahit ini dikirim melalui email yang mendarat di 78.000 inbox karyawan pada Rabu (20/5) pagi. Pemberitahuan PHK bergulir dalam tiga tahap mengikuti putaran waktu global: dimulai dari kawasan Asia termasuk Singapura pada pukul 04.00 dini hari, berlanjut ke Eropa, dan berakhir di Amerika Serikat.

Bagi karyawan yang terdampak di AS, Meta menyiapkan paket pesangon berupa 16 minggu gaji pokok, tambahan dua minggu untuk setiap tahun masa kerja, serta jaminan asuransi kesehatan selama 18 bulan. Namun fokus utama surat Zuckerberg justru bukan pada mereka yang dipecat—melainkan pada 70.000 karyawan yang “selamat”.

Dua Janji untuk yang Bertahan

Di tengah mental karyawan yang terpuruk akibat ketidakpastian selama berminggu-minggu, Zuckerberg membungkus suratnya dengan dua janji spesifik kepada staf yang masih bisa login ke sistem perusahaan.

Janji pertama: tidak ada lagi PHK besar tahun ini. Ini menjadi garansi yang paling dinanti. Sejak rumor PHK pertama kali bocor pada 23 April, para karyawan hidup dalam kecemasan tanpa kejelasan. Zuckerberg menegaskan bahwa perusahaan tidak memproyeksikan pemangkasan skala besar lagi di sisa 2026.

Janji kedua lebih mengejutkan: pengakuan dosa komunikasi. Zuck secara terbuka mengakui bahwa Meta telah menangani masa transisi ini dengan buruk. Ia membenarkan keluhan internal bahwa komunikasi perusahaan sama sekali tidak transparan menjelang vonis PHK, dan berjanji akan memperbaiki keterbukaan informasi ke depan.

Catatan Kaki yang Mengganjal

Di balik janji manis tersebut, keraguan tetap mengintai. Dalam panggilan pendapatan perusahaan pada 29 April lalu, CFO Meta Susan Li justru mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah staf ideal yang sebenarnya dibutuhkan perusahaan saat ini. Pernyataan itu menimbulkan tanda tanya besar tentang seberapa kokoh sebenarnya komitmen “bebas PHK” yang diumbar sang CEO.

Zuckerberg menutup suratnya dengan ambisi besar: “Kesuksesan bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja. AI adalah teknologi paling krusial dalam masa hidup kita.” Sebuah sinyal bahwa Meta, seperti raksasa teknologi lainnya, sedang bertaruh besar pada kecerdasan buatan—meski harus mengorbankan ribuan anak buahnya di sepanjang jalan.