Prabowo Kembali ke Paris: Agenda Pertahanan, Pendidikan, dan Idul Adha di Prancis
Presiden Prabowo Subianto kembali terbang ke Prancis untuk kunjungan kenegaraan pada Senin malam (25/5). Ini menjadi lawatan ketiga Prabowo ke Paris sejak menjabat sebagai Presiden RI, menegaskan semakin eratnya hubungan strategis Jakarta dan Paris.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengonfirmasi keberangkatan tersebut kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/5). “Pak Presiden semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ke Prancis,” ujarnya.
Idul Adha di Negeri Orang
Dengan agenda yang masih berlangsung hingga Rabu (27/5), pelaksanaan shalat Idul Adha Presiden akan menyesuaikan situasi di Prancis. Juri menyebut Kepala Negara masih berada di sana pada hari raya. “Nanti kita tunggu saja,” katanya singkat.
Detail agenda Presiden selama di Prancis dijanjikan akan dijelaskan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. “Nanti Pak Menlu yang menjelaskan,” tambah Juri.
Pertahanan, Pendidikan, dan Transfer Teknologi
Lawatan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan sebelumnya pada April lalu di mana Prabowo bertemu Presiden Emmanuel Macron secara tertutup. Kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral di berbagai sektor strategis.
Sektor industri pertahanan menjadi salah satu fokus utama, mengingat Indonesia membeli alat utama sistem senjata (alutsista) dari Prancis. Namun pembahasan juga melebar ke kerja sama pendidikan, khususnya bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) untuk mendukung transfer teknologi dan penguasaan alutsista.
Menlu Sugiono sebelumnya menekankan bahwa hubungan personal antara Prabowo dan Macron menjadi modal penting dalam memperkuat kemitraan bilateral. “Prancis merupakan mitra strategis Indonesia,” tegasnya.
Relasi yang Kian Intens
Ini adalah kunjungan ketiga Prabowo ke Prancis. Sebelumnya, ia menghadiri Parade Militer Bastille Day pada 14 Juli 2025 sebagai tamu kehormatan, dan kembali ke Paris pada 23 Januari 2026 untuk memperdalam kerja sama strategis. Frekuensi kunjungan yang tinggi ini menandakan Paris kini menempati posisi penting dalam peta diplomasi luar negeri pemerintahan Prabowo.