Kebakaran Hebat Landa Asrama Putri Kenya, 16 Siswi Tewas
Jakarta — Kebakaran hebat menghanguskan asrama putri di Great Rift Valley, Kenya, menewaskan sedikitnya 16 siswi. Tragedi ini terjadi di Utumishi Girls’ Academy, sekolah berasrama yang berlokasi di Gilgil, wilayah barat-tengah Kenya, pada Kamis (28/5/2026) dini hari waktu setempat.
Menteri Pendidikan Kenya Julius Migos membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan api mulai menjalar dari asrama sesaat setelah tengah malam dan terus membakar bangunan selama lebih dari dua jam sebelum berhasil dipadamkan.
Selain 16 korban tewas, sebanyak 79 siswi lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar dari mereka — 71 orang — telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis. Sisanya masih menjalani perawatan intensif.
Di lokasi kejadian, aparat keamanan dan petugas penyelamat terlihat membantu para korban yang terluka. Sejumlah siswi berjalan dengan balutan perban, sementara keluarga dan warga yang berkumpul di sekitar sekolah saling berpelukan dan menangis. Bangunan asrama mengalami kerusakan parah — kaca jendela pecah dan dinding dipenuhi noda asap hitam.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Kenya. Pemerintah setempat mencatat lebih dari 100 kasus kebakaran sekolah terjadi sepanjang 2024. Kasus-kasus sebelumnya kerap memicu kecaman publik dan tuntutan agar pemerintah meningkatkan standar keamanan di bangunan sekolah, terutama asrama yang menampung ratusan siswi dari berbagai daerah.
Kebakaran asrama sekolah di Kenya kerap kali dipicu oleh korsleting listrik, vandalisme, atau kelalaian dalam penggunaan alat pemanas. Kasus serupa pernah menewaskan puluhan siswa di sekolah-sekolah lain di negara Afrika Timur tersebut.