Netanyahu Ungkap Pasukan Israel Telah Lintasi Sungai Litani di Lebanon, Perluas Agresi
Israel memperluas agresi militernya ke Lebanon utara. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa pasukan darat Israel telah melintasi Sungai Litani, sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel-Lebanon, termasuk wilayah selatan kota Nabatieh.
Kunjungan mendadak Netanyahu ke perbatasan Lebanon Sabtu ini menegaskan eskalasi signifikan operasi militer Israel di negara tetangga tersebut. Pengumumannya memperlihatkan bahwa operasi akan meluas lebih jauh, termasuk serangan berkelanjutan terhadap Beirut serta wilayah Bekaa bagian barat. Perkembangan ini terjadi di tengah situasi kawasan yang sudah sangat kacau setelah insiden Israel menembak kapal perang AS.
Selama sepekan terakhir, pasukan Israel gencar melakukan serangan di Lebanon timur, didukung ratusan serangan udara, drone, dan artileri. Target utama mereka adalah merebut dataran tinggi di selatan kota Nabatieh, sebuah posisi strategis yang mengancam stabilitas kawasan.
Serangan udara Israel menghantam sejumlah kota di Lebanon selatan, termasuk Abbasiyeh, Deir Qanoun en-Nahr, dan sekitar kota Tyre. Akibatnya, korban sipil berjatuhan di berbagai lokasi. Situasi ini memicu frustrasi besar di kalangan warga Lebanon yang merasakan dampak langsung operasi militer yang meluas.
Yang membuat situasi semakin pelik, agresi Israel terjadi di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung antara pemerintah Lebanon dan Israel. Kedua belah pihak sebelumnya mencoba mengatur situasi keamanan yang dapat diterima, namun langkah Israel melintasi zona keamanan kuning di selatan Lebanon memperkeruh suasana.
Eskalasi militer besar-besaran ini juga mengabaikan perjanjian gencatan senjata yang dimulai 17 April lalu dan baru diperpanjang selama 45 hari pada 17 Mei, hasil pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat yang belakangan juga mengancam Iran. Keputusan Israel melanggar zona keamanan kuning semakin mempertanyakan komitmen mereka terhadap proses diplomatik.
Tentara Israel juga memperluas kampanye pemindahan paksa penduduk, mengeluarkan perintah segera agar warga mengungsi dari tujuh kota tambahan di Lebanon selatan. Beberapa kota tersebut terletak hingga 40 kilometer di utara perbatasan, menandai jangkauan operasi militer yang jauh melampaui zona konflik sebelumnya.
Situasi di perbatasan Lebanon-Israel saat ini semakin tegang. Perluasan agresi Israel ke wilayah utara Sungai Litani menjadi sinyal bahwa konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun upaya diplomatik terus digalang oleh komunitas internasional. Ketegangan ini juga terkait dengan ancaman yang lebih luas terhadap stabilitas global, mengingat Rusia juga mengancam menyerang negara-negara NATO di Eropa.