Saturday, May 30, 2026
Internasional

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh, Puluhan Ribu Pelancong Terjebak Antrean Panjang

Sistem imigrasi Malaysia mengalami kegagalan total pada Kamis (28/5) dini hari, memaksa puluhan ribu pelancong terjebak dalam antrean panjang di seluruh pos pemeriksaan negara tersebut. Insiden ini menandai kerusakan besar kedua dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Perbatasan darat Johor-Singapura, yang merupakan titik tersibuk di Malaysia, menjadi salah satu yang paling terdampak. Puluhan ribu warga Malaysia yang hendak bekerja ke Singapura harus menghadapi proses imigrasi manual setelah seluruh sistem berbasis komputer lumpuh selama sekitar lima jam, mulai pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat.

Sistem Berusia 30 Tahun Jadi Biang Keladi

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia Zakaria Shaaban menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat masalah teknis pada pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs) yang sudah berusia tiga dekade.

“Sistem tersebut kembali online setelah pekerjaan perbaikan dilakukan. Sistem tersebut tidak diretas. Sistem MyIMMs sudah berusia 30 tahun. Masalah pasti akan terjadi,” ujar Zakaria dalam pernyataan resminya.

Kegagalan ini tidak hanya menonaktifkan gerbang otomatis, tetapi juga sistem pengenalan wajah yang menjadi andalan verifikasi keamanan. Para pejabat Kementerian Dalam Negeri terpaksa mengerahkan seluruh personel untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan.

Kerusakan Kedua dalam Sebulan

Gangguan kali ini jauh lebih parah dibandingkan insiden serupa pada 23 April 2026 lalu, yang hanya berlangsung sekitar dua jam. Kali ini, sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi Malaysia di seluruh negeri terkena dampak, mendorong pengerahan personel keamanan tambahan untuk menjaga ketertiban.

Malaysia memiliki total 56 titik masuk melalui laut, 30 melalui darat, dan 28 bandara. Kerentanan sistem imigrasi ini menjadi perhatian serius mengingat volume pelancong yang terus meningkat, terutama menjelang operasional Sistem Transit Cepat (RTS) Johor Bahru-Singapura tahun depan.

Sementara itu, di dalam negeri, Bulog tengah mempersiapkan ekspor beras ke Malaysia seiring hubungan bilateral kedua negara yang terus diperkuat.

NIISe Janjikan Solusi Jangka Panjang

Pemerintah Malaysia berencana mengganti MyIMMs dengan Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) pada 2028 mendatang. Platform digital baru ini dirancang untuk mengintegrasikan verifikasi paspor, pemeriksaan visa, dan data pelancong ke dalam satu sistem terpadu.

Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail mengatakan vendor NIISe telah diinstruksikan menyiapkan rencana mitigasi menjelang dimulainya operasi RTS. Pemerintah berkomitmen meminimalkan gangguan teknis dalam sistem baru tersebut.

“Kami akan bertahan hingga sistem NIISe siap,” kata Zakaria, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia.

Krisis infrastruktur digital ini mengingatkan bahwa berbagai negara di dunia tengah menghadapi tantangan serupa dalam transformasi sistem pemerintahan mereka. Sementara itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan terus mendorong inovasi di berbagai sektor, termasuk layanan publik.

Foto dan video yang menunjukkan kemacetan dan kerumunan besar di pos pemeriksaan imigrasi beredar luas di media sosial. Banyak pelancong mengklaim insiden ini menyebabkan mereka terlambat bekerja, memperparah frustrasi publik terhadap sistem yang dianggap sudah usang.