Jalan Raya Lenteng Agung Ambles Total, Saluran Air Kuno Jadi Biang Kerok
Jakarta — Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ambles total hingga memakan dua lajur jalan pada Kamis (28/5/2026) malam. Lubang besar selebar sekitar 3 meter itu diduga dipicu kerusakan saluran air kuno yang berada di bawah badan jalan.
Kejadian bermula Rabu (27/5) malam ketika warga dan petugas PPSU melaporkan kondisi jalan yang mulai ambles. Laporan masuk malam hari, sehingga pemantauan baru dilakukan keesokan paginya.
Pada Kamis pagi, tim Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan bergerak ke lokasi dan melakukan penanganan darurat menggunakan material aspal dingin atau coldmix. “Langkah ini dilakukan beriringan dengan koordinasi kepada pihak SDA, karena penyebab kerusakan utama terjadi pada saluran air,” papar Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal.
Hasil penelusuran memperburuk keadaan. Kondisi di bawah jalan ternyata sudah kopong. “Kondisi di bawah jalan memang sudah kopong, sehingga perlu penanganan serius,” kata Rifki. Pemantauan susulan Kamis sore mendapati jalan kembali ambles dan retak, hingga akhirnya malam harinya amblas total.
Sebuah truk milik Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan yang mengangkut sisa puing juga ikut terperosok di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB Jumat (29/5). As roda belakang truk patah akibat keberatan muatan. Pengemudi sempat kesulitan keluar, namun berhasil menyelamatkan diri. Evakuasi truk dilakukan menggunakan ekskavator.
Pemerintah DKI Jakarta kini fokus memperbaiki saluran air di bawah jalan. Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, memastikan pemasangan box culvert berukuran 2 meter akan dimulai malam ini. “Nanti malam akan dilakukan pemasangan box culvert ukuran 2 meter. Mungkin ya bertahap ya, mungkin bisa 2 malam sampai 3 harilah maksimalnya,” ucapnya.
Sartono menambahkan proses perbaikan tidak akan menutup jalan secara total. “Nanti enggak ada penutupan, cuma nanti jalurnya sebelah-sebelah. Satu jalur. Iya (nanti dibuka kembali),” tuturnya. Pihaknya meminta masyarakat bersabar selama pengerjaan berlangsung.
Kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh kondisi saluran air lama yang mengalami penurunan kualitas seiring usia infrastruktur serta tingginya intensitas hujan. Kasus ini mengingatkan pada pentingnya pemeliharaan infrastruktur bawah tanah di Ibu Kota, terutama saluran air yang sudah berusia puluhan tahun. Kondisi serupa pernah terjadi di beberapa ruas jalan utama Jakarta akibat kerusakan drainase yang terabaikan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau situasi di lapangan dan mempercepat proses penanganan agar kondisi lalu lintas dapat kembali normal. Pengendara diimbau mengambil jalur alternatif melalui Jalan Antasari dan Cinere untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi. Sementara itu, stabilitas harga BBM di SPBU swasta menjadi kabar positif bagi pengendara yang harus menempuh jalur lebih panjang akibat pengalihan arus.
Perbaikan jalan amblas di Lenteng Agung menjadi sorotan karena lokasinya berada di ruas jalan utama penghubung Jakarta Selatan dengan Depok. Ribuan kendaraan melintas setiap hari di ruas ini, termasuk rute Transjakarta yang terpaksa memangkas rute menuju Universitas Indonesia. Kondisi ini menambah daftar agenda pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.