Friday, May 29, 2026
Politik

Deret Pilot Penerbang Wanita Pesawat Kepresidenan Prabowo yang Cetak Sejarah

Presiden Prabowo Subianto kembali melaksanakan lawatan luar negeri, kali ini ke Paris, Prancis. Di balik kabin pesawat kepresidenan yang membawanya menembus awan, tersimpan cerita menarik tentang para penerbang wanita yang menerbangkan sang presiden.

Asisten khusus Presiden Prabowo, Dirgayuza Setiawan, membagikan deretan sosok penerbang perempuan yang menjadi tulang punggung operasi penerbangan kepresidenan. Dari Boeing 777 hingga C-130 Hercules, mereka membuktikan bahwa dunia penerbangan bukan lagi ranah eksklusif laki-laki.

Kapten Tania Citra: Instruktur Boeing 777 Termuda di Dunia

Sosok pertama yang mencuri perhatian adalah Kapten Tania Citra, pilot berusia 31 tahun dari Garuda Indonesia. Tania merupakan pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan presiden yang sedang menjabat.

Dua tahun lalu, saat masih berusia 29 tahun, Tania sudah menyabet gelar sebagai pilot perempuan Boeing 777 termuda di dunia. Kini, ia tidak hanya terbang dalam misi kepresidenan dan komersial, tetapi juga menjabat sebagai instruktur perempuan Boeing 777 termuda di dunia.

Kapten Ajeng Mahessa: Dari Paskibraka ke Kokpit Kepresidenan

Selanjutnya, Kapten Ajeng Mahessa yang berusia 30 tahun dari Skadron Udara 17. Ajeng bertanggung jawab menerbangkan pesawat Boeing 737 untuk kunjungan presiden ke tujuan dalam negeri dan dekat luar negeri.

“Sekarang ia adalah pilot 737 kepresidenan termuda di dunia. Ia juga seorang Paskibraka Nasional di tahun 2011,” kata Dirgayuza.

Kapten Yustikasari Diana Putri: Lulusan SMA Taruna Nusantara

Pilot ketiga adalah Kapten Yustikasari Diana Putri yang akrab disapa Tika. Berusia 27 tahun, Tika merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara Angkatan 24. Ia menerbangkan pesawat CN dari Skadron Udara 2 yang membawa presiden ke kota dan pulau kecil, termasuk dalam misi kemanusiaan ke daerah dengan runway pendek.

Kapten Gini Setya Rahayu: Lulusan Termuda di Skadron Udara 31

Terakhir, Kapten Gini Setya Rahayu dari Skadron Udara 31 yang menerbangkan pesawat C-130 Hercules. Berusia 24 tahun, Gini merupakan lulusan SMA TNI Angkatan 27. Pesawat yang ia kemudikan menjadi tulang punggung logistik operasi rehabilitasi di Sumatra.

Cerita-cerita ini mengingatkan bahwa di balik setiap penerbangan presiden, ada tangan-tangan terampil perempuan Indonesia yang menjaga keselamatan dan keberhasilan misi kenegaraan.