Friday, May 29, 2026
Religi

Pemprov DKI Salurkan 210 Sapi dan 10 Kambing Kurban pada Idul Adha 2026

Jakarta — Pemprov DKI Jakarta meningkatkan distribusi hewan kurban pada perayaan Idul Adha tahun ini. Wakil Gubernur Rano Karno memastikan 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing siap disalurkan ke warga ibu kota.

Peningkatan jumlah kurban dari pemerintah daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa antusiasme masyarakat Jakarta terhadap ritual penyembelihan hewan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Rano Karno Turun Langsung ke Titik Penyerahan

Usai melaksanakan salat Idul Adha di halaman Kompleks Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (27/5/2026), Rano langsung menuju sejumlah lokasi penyerahan hewan kurban. Salah satu titik yang menjadi prioritas adalah kawasan korban kebakaran di Tamansari, Jakarta Barat.

“Tahun ini Pemprov DKI Jakarta menyalurkan 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rano.

Kurban di daerah Ibrahim, Gang Langgar, Tamansari, disalurkan khusus untuk warga yang menjadi korban kebakaran pada September 2025 lalu. Selain itu, sapi kurban juga akan diserahkan di Jalan Hidup Baru III, Gang Haji Jeni, Gandaria Utara, Jakarta Selatan.

Puluhan Ribu Hewan Kurban di Jakarta

Selain distribusi dari pemerintah provinsi, Rano mengungkapkan total hewan kurban di seluruh Jakarta tahun ini mencapai angka yang fantastis. Berdasarkan data yang diperoleh Pemprov dari Darmajaya, jumlah keseluruhan hewan kurban di ibu kota mendekati 68.000 ekor.

“Tapi mungkin satu-dua kejadian akan terjadi. Kita juga tidak bisa memantau semuanya karena tahun ini, berdasarkan data saat kami ke Darmajaya kemarin, jumlah total hewan kurban di Jakarta hampir 68.000 ekor. Jadi, teman-teman bisa bayangkan,” kata Rano.

Pengelolaan Limbah Sudah Jadi Kebiasaan Tradisional

Soal pengelolaan limbah penyembelihan hewan kurban, Rano menilai masyarakat Jakarta sudah memahami tata cara penanganan yang benar. Proses tradisional seperti pembuatan lubang pemotongan dan penampungan darah sudah menjadi kebiasaan turun-temurun.

“Kalau dilihat, biasanya akan dibuat lubang untuk pemotongan hewan, lalu darahnya ditampung. Saat proses pemisahan antara daging dan kotoran, limbah juga ditanam. Itu sudah menjadi kebiasaan tradisional, jadi tidak perlu diajarkan lagi,” ujar Rano.

Peningkatan jumlah kurban dari Pemprov DKI tahun ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban masyarakat Jakarta, sekaligus memberikan bantuan langsung kepada warga yang membutuhkan.