Thursday, May 28, 2026
Teknologi

Jensen Huang: Jangan Kuliah Jurusan Komputer, Pilih Fisika Instead

Jakarta — Konglomerat raksasa teknologi dunia, Jensen Huang, memberikan pernyataan mengejutkan soal pilihan kuliah. Pria dengan kekayaan US$186 miliar atau sekitar Rp3.300 triliun itu mengatakan lebih memilih ilmu fisika dibandingkan ilmu software jika bisa kembali ke usia 20 tahun.

Pernyataan ini dilontarkan Huang dalam lawatannya ke China beberapa waktu lalu. Seorang wartawan menanyakan apa yang akan dipilih CEO Nvidia itu jika bisa kembali muda.

“Untuk Jensen yang masih muda, berusia 20 tahun, sudah lulus sekarang, mungkin lebih memilih ilmu fisika dibandingkan ilmu software,” jelas Huang dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (26/5/2026).

AI Fisik: Gelombang Berikutnya

Huang tak merinci alasan pemilihannya. Namun, dia optimis soal AI Fisik dan menyebutnya sebagai “gelombang berikutnya” dalam perkembangan kecerdasan buatan.

Menurutnya, AI mengalami sejumlah fase sejak kemunculannya 12-14 tahun lalu. Gelombang pertama adalah AI Persepsi pada 2012, saat mesin bisa mengenali gambar dengan pembelajaran mendalam. Gelombang kedua adalah AI Generatif, model AI yang mempelajari untuk memahami makna informasi dan menerjemahkannya dalam berbagai bahasa, gambar, hingga kode.

“Saat Anda mengambil AI fisik dan memasukannya dalam objek fisik yang disebut robot, akan ada robotika. Ini penting sekarang, karena kami sedang membangun pabrik di seluruh Amerika Serikat,” jelasnya.

Bukan Lulusan Ilmu Komputer

Pilihan Huang agak melenceng dari latar belakang pendidikannya. Dia merupakan sarjana teknik elektro Oregon State University saat berusia 20 tahun pada 1984. Delapan tahun kemudian dia mengantongi gelar master dari ilmu yang sama di Stanford University.

Setahun kemudian, pada April 1993, dia mendirikan Nvidia yang puluhan tahun kemudian sukses besar menjadi perusahaan chip AI terbesar di dunia. Pernyataannya ini menjadi catatan menarik bagi generasi muda yang sedang menentukan jurusan kuliah di tengah perkembangan AI yang masif.