Friday, May 29, 2026
Ekonomi

Rupiah Merosot ke Rp17.855, Dolar AS Makin Gagah Usai AS Hantam Iran

Jakarta — Nilai tukar rupiah merosot tajam pada perdagangan Kamis pagi (28/5/2026). Mata uang Garuda bergerak di level Rp17.855 per dolar AS, nyaris menyentuh level Rp17.900.

Data Bloomberg pukul 09.00 WIB memperlihatkan rupiah melemah 54 poin atau 0,30 persen dari penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan meledaknya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Lukman Leong, analis mata uang DOO Financial Futures, mengidentifikasi berita penyerangan terbaru AS ke Iran sebagai pemicu utama. “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Leong memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Tekanan jual terhadap mata uang emerging markets menguat seiring kabar eskalasi konflik tersebut.

Pelemahan Meluas di Seluruh Kawasan Asia

Bukan hanya rupiah yang tertekan. Yuan China turun 0,05 persen, ringgit Malaysia merosot 0,24 persen, dan peso Filipina melemah 0,18 persen terhadap dolar AS. Dolar Singapura juga terkoreksi 0,16 persen, sementara yen Jepang turun tipis 0,04 persen.

Dolar Hong Kong menjadi satu-satunya pengecualian di kawasan Asia, dengan catatan kenaikan tipis 0,03 persen.

Di kawasan negara maju, tekanan serupa juga terasa. Euro Eropa turun 0,13 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dolar Australia terkoreksi 0,29 persen, dolar Kanada turun 0,10 persen, dan franc Swiss turun 0,20 persen terhadap greenback.

Situasi ini menegaskan dominasi dolar AS di tengah ketidakpastian global. Pelaku pasar kini menanti perkembangan lebih lanjut dari konflik AS-Iran yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dunia.