Saturday, May 30, 2026
Ekonomi

Saham Big Banks Ambruk Jelang Long Weekend, BBTN hingga BBCA Kompak Merah

Jakarta — Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kompak merah di penghujung sesi perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Penurunan terjadi bersamaan dengan koreksi tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melesat hampir 1,5% pada sesi pertama.

IHSG akhirnya ditutup turun 2,8 poin atau 0,05% ke level 6.127,38 setelah sebelumnya sempat menyentuh 6.217,88. Pelemahan ini justru lebih terasa di lini saham bank-bank besar yang menjadi motor penggerak indeks.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai koreksi ini wajar terjadi menjelang akhir pekan. “Jadi wajar kalau menjelang weekend sebagian pelaku pasar memilih locking profit terlebih dahulu,” kata Elandry kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/5/2026).

Elandry menambahkan, sentiment global yang masih campuran turut memberikan tekanan. Arah suku bunga Federal Reserve yang belum jelas, pergerakan yield obligasi AS, serta pelemahan rupiah menjadi faktor yang membuat investor asing lebih berhati-hati di sesi akhir.

Rotasi dana juga mulai terlihat bergerak ke saham-saham konglomerasi dan sektor cyclical yang belakangan lebih aktif diperdagangkan. Kondisi ini menyebabkan capital flow sementara keluar dari big banks.

Namun Elandry menegaskan bahwa koreksi ini belum mengubah outlook sektor perbankan secara fundamental. “Likuiditas dan kualitas aset bank-bank besar masih cukup solid. Jadi untuk investor menengah-panjang, kondisi ini menurut saya masih lebih ke healthy consolidation dibanding perubahan tren besar,” ujarnya.

Berdasarkan data perdagangan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi saham bank dengan penurunan terdalam setelah ambles 5,22% ke level 1.270. Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 4,60% ke posisi 5.700 dengan nilai transaksi jumbo mencapai Rp5,82 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,91% ke level 2.950 dengan nilai transaksi mencapai Rp3,19 triliun, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ikut terkoreksi 3,65% ke posisi 3.700. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga turun 1,21% ke level 4.080.

Di tengah tekanan sektor perbankan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) justru memimpin penguatan dengan kenaikan 2,59% ke level 1.980. Penguatan ini sejalan dengan tren rebalancing MSCI yang sempat mengguncang indeks dalam beberapa hari terakhir.

Koreksi big banks ini juga menjadi sorotan karena terjadi di tengah transaksi jumbo Rp50 triliun yang menggoyang BEI sehari sebelumnya. Isu devisa hasil ekspor (DHE) yang sempat memicu kepanikan investor turut mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Peleman rupiah yang mendekati level Rp17.900 juga menjadi faktor penekan. Bank Indonesia pun angkat bicara terkait pelemahan mata uang lokal tersebut, memberikan kepastian kepada pelaku pasar bahwa langkah stabilisasi terus dilakukan.

Daftar 5 saham bank dengan penurunan terbesar pada perdagangan hari ini:

  1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) — turun 5,22% ke 1.270
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) — turun 4,60% ke 5.700
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) — turun 3,91% ke 2.950
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) — turun 3,65% ke 3.700
  5. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) — turun 1,69% ke 4.660